UACN Dinilai Saham Tahan Lama: Potensi Kenaikan 24% dalam Tiga Tahun
Baca dalam 60 detik
- WSTC Securities menargetkan harga wajar UACN di N224,94, memberikan ruang apresiasi 24% dari level saat ini.
- Akuisisi CHI Limited mendorong lonjakan pendapatan segmen makanan kemasan 734% dan laba bersih naik 311%.
- Risiko utama berasal dari beban bunga pinjaman akuisisi dan fluktuasi biaya energi global.

Saham UAC Nigeria Plc (UACN) dinilai masih menyimpan daya tarik bagi investor yang bersedia menahan posisi dalam jangka menengah, dengan proyeksi kenaikan harga hingga 24% dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Analis dari WSTC Securities Limited, dalam laporan terbaru, menetapkan nilai wajar saham perusahaan barang konsumen cepat ini di N224,94 per lembar, sementara harga terakhir di Bursa Efek Nigeria (NGX) tercatat N182.
Optimisme itu terutama didorong oleh efek akuisisi CHI Limited yang rampung pada kuartal keempat 2025. Transaksi senilai N180,40 miliar itu mulai terlihat dampaknya terhadap laporan keuangan kuartal pertama 2026. Pendapatan UACN melonjak 241% year-on-year (yoy) menjadi N191,22 miliar, dengan segmen makanan dan minuman kemasan menyumbang pertumbuhan 734%โdari N19,20 miliar menjadi N161,07 miliarโberkat integrasi CHI.
Kinerja operasional yang solid juga tercermin dari laba per saham (EPS) yang meroket 323% yoy, dari N1,06 menjadi N4,49. Laba bersih setelah pajak melesat 311% menjadi N13,14 miliar, meskipun beban bunga pinjaman akuisisi meningkat 367% menjadi N14,81 miliar. Namun, keuntungan selisih kurs sebesar N6,76 miliar membantu meredam tekanan biaya non-operasional.
WSTC mencatat bahwa segmen cat juga tumbuh 14% yoy menjadi N11,60 miliar, didukung penambahan 136 gerai dan titik ritel baru hingga akhir 2025. Namun, segmen edible dan pakan ternak justru terkontraksi 31% akibat harga bahan baku yang lebih tinggi di periode sebelumnya, sementara bisnis restoran cepat saji (QSR) turun 6% karena penutupan beberapa gerai.
Analis WSTC memperkirakan volatilitas harga bahan baku tidak akan signifikan seiring stabilitas nilai tukar dan permintaan yang terjaga di tengah disinflasi. โUACN berada dalam posisi kuat untuk menghasilkan laba yang lebih tinggi pada tahun fiskal 2026, didukung perbaikan kinerja operasional dan eksekusi strategi pertumbuhan,โ tulis mereka dalam laporan.
Bagi investor di Indonesia, kasus UACN memberikan gambaran bagaimana akuisisi strategis dapat menjadi katalis pertumbuhan eksponensial di pasar negara berkembang, meskipun risiko pembiayaan utang dan fluktuasi energi tetap perlu diwaspadai. Dengan valuasi yang masih di bawah target analis, saham ini layak masuk radar portofolio jangka menengah.
Ke depan, kemampuan UACN mengelola beban bunga dan mempertahankan momentum pertumbuhan segmen utama akan menjadi kunci realisasi target harga. Pertanyaannya, akankah investor bersedia menunggu hingga tiga tahun untuk menuai hasil optimal?



