Transfer Mahal ke Leeds: Langkah James Trafford Menggeser Pickford?
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dilaporkan mengeluarkan dana £40 juta untuk mendatangkan James Trafford dari Manchester City.
- Kiper 23 tahun itu akan menjadi salah satu kiper termahal dalam sejarah, meski pengalaman di papan atas masih minim.
- Langkah ini diyakini sebagai batu loncatan Trafford untuk menantang posisi Jordan Pickford di timnas Inggris.

Klub divisi Championship Leeds United dikabarkan sepakat membayar £40 juta untuk mengikat James Trafford—langkah yang menjadikan kiper Manchester City itu sebagai salah satu penjaga gawang termahal sepanjang masa, sekaligus menempatkannya di jalur cepat menuju posisi inti timnas Inggris.
Biaya transfer yang mendekati rekor dunia untuk posisi kiper ini menunjukkan keyakinan besar pelatih Daniel Farke pada potensi Trafford, meskipun catatan menit bermainnya di City musim lalu sangat terbatas: hanya empat laga Premier League dari total 17 penampilan di semua ajang. Farke, yang sukses membawa Leeds promosi musim lalu, bersedia menggelontorkan dana besar demi mengamankan jasa kiper muda yang sebagian besar pujiannya lahir di Championship bersama Burnley.
Trafford, yang menghabiskan total £82 juta dalam biaya transfer awal sejak meninggalkan Burnley dua tahun lalu, sejatinya belum membuktikan diri di level tertinggi. Saat masih berseragam Burnley di Premier League 2023-24, ia kebobolan 67 gol hanya dalam 28 pertandingan sebelum kehilangan tempat utama. Namun, musim berikutnya ia bangkit dan menjadi pilar promosi Burnley dengan rekor 16 gol kebobolan dalam 45 laga Championship—sebuah performa yang oleh mantan manajernya Scott Parker disebut sebagai “world class.”
“Tidak bisa dimungkiri bahwa di awal musim 2024-25, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan bersama Traff. Ia perlu mengambil napas dan menentukan ke mana ia ingin melangkah. Tidak ada yang meragukan bahwa ia adalah kiper kelas dunia.” — Scott Parker kepada BBC Radio Lancashire, April 2025.
Kepindahan ini membawa Trafford ke panggung yang lebih terang. Di Leeds, ia diharapkan menjadi kiper utama dengan eksposur reguler—modal penting untuk menggeser Jordan Pickford yang sudah menjadi andalan Inggris sejak Piala Dunia 2018. Pickford, yang kini berusia 32 tahun, tampil gemilang di Piala Dunia 2026 dengan memecahkan rekor penampilan Peter Shilton (19 laga) dan membawa Inggris ke semifinal. Namun, usianya akan genap 34 tahun saat Euro 2028 bergulir, membuka celah bagi suksesor.
Dari sisi statistik Premier League, Pickford masih unggul jauh. Dalam dua musim terakhir, hanya David Raya (Arsenal) yang mencatat lebih banyak clean sheet darinya. Pickford juga memenangi Save of the Season berkat penyelamatan spektakuler dari tembakan Sandro Tonali. Sementara itu, Trafford—yang belum genap 32 laga di Premier League—belum mampu mencatat goals prevented positif menurut data Opta. Ini berarti ia kebobolan lebih banyak dari seharusnya berdasarkan kualitas tembakan lawan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nama Trafford mungkin belum setenar kiper-kiper top Eropa. Namun, langkahnya ke Leeds menarik perhatian karena klub tersebut memiliki basis suporter fanatik di Indonesia. Selain itu, persaingan kiper Inggris selalu menjadi tontonan menarik, mengingat Timnas Inggris kerap dijadikan barometer oleh pencinta sepak bola Tanah Air. Jika Trafford berhasil menembus skuad utama Inggris, ia akan menjadi nama baru yang patut diikuti.
Pertanyaan besarnya: apakah pengalaman di Championship cukup untuk mematangkan Trafford menghadapi tekanan di pentas internasional? Ataukah Pickford masih akan bertahan sebagai pilihan utama hingga Euro 2028? Waktu yang akan menjawab, namun Leeds telah memasang taruhan besar pada masa depan kiper muda ini.



