Kontrak Marselino Ferdinan di Oxford United Hingga 2026, Peluang Bertahan di Eropa Masih Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Kontrak Marselino Ferdinan bersama Oxford United berlaku hingga 30 Juni 2026, namun klub belum memasukkan namanya dalam daftar pemain yang akan dilepas.
- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengonfirmasi bahwa Marselino masih terikat kontrak dengan Oxford, sehingga keikutsertaannya di Piala AFF 2026 harus menyesuaikan kalender FIFA.
- Cedera hamstring yang dialami Marselino saat dipinjamkan ke AS Trencin membatasi penampilannya, namun usianya yang baru 21 tahun masih memberinya prospek untuk berkarier di Eropa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257017/original/058932700_1781184081-ChatGPT_Image_Jun_11__2026__08_19_54_PM.jpg)
Kontrak Marselino Ferdinan bersama Oxford United yang akan berakhir pada 30 Juni 2026 masih menyisakan tanda tanya besar, namun peluang gelandang Timnas Indonesia itu untuk melanjutkan karier di Eropa belum sepenuhnya tertutup.
Oxford United, klub yang bermarkas di Kassam Stadium itu, hingga kini belum memasukkan nama pemain berusia 21 tahun tersebut dalam daftar pemain yang akan dilepas. Situasi ini memicu spekulasi bahwa negosiasi perpanjangan kontrak mungkin tengah berlangsung, atau setidaknya klub masih mempertimbangkan peran Marselino di masa depan. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam pernyataannya usai laga FIFA Matchday melawan Mozambik pada 9 Juni 2026, menegaskan bahwa Marselino masih terikat kontrak dengan Oxford. "Marselino masih terikat kontrak dengan Oxford, jadi mereka tetap mengikuti aturan dan kalender FIFA. Untuk AFF nanti, pemain-pemain lokal yang akan mendapatkan kesempatan tersebut," ujar Herdman.
Pernyataan itu menjadi petunjuk bahwa Oxford United belum mengambil keputusan final soal masa depan Marselino. Di sisi lain, hal ini juga mengindikasikan bahwa keikutsertaan Marselino di Piala AFF 2026 harus menyesuaikan dengan regulasi FIFA, yang berarti ia mungkin tidak akan dilepas jika Oxford membutuhkannya. Namun, dengan minimnya menit bermain yang ia dapatkan, keputusan klub masih menjadi teka-teki.
Perjalanan Marselino di Eropa memang tidak mulus. Setelah mencuri perhatian bersama Persebaya Surabaya, ia memulai petualangan di Belgia bersama KMSK Deinze pada Januari 2023. Namun, ia hanya tampil 7 kali dan mencetak 1 gol. Pada Agustus 2024, ia bergabung dengan Oxford United yang saat itu berlaga di Championship, tetapi kesulitan menembus skuad utama. Pada September 2025, ia dipinjamkan ke AS Trencin, klub yang pernah diperkuat Witan Sulaeman. Cedera hamstring yang dideritanya sejak November 2025 membuatnya harus menjalani operasi pada Desember, dan baru pulih pada pertengahan April 2026. Total, ia hanya bermain 72 menit dalam 4 pertandingan di Slovakia.
Bagi sepak bola Indonesia, masa depan Marselino menjadi sorotan karena ia dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan. Dengan usia yang baru 21 tahun, ia masih memiliki waktu untuk berkembang. Namun, minimnya menit bermain dalam dua musim terakhir menjadi kekhawatiran tersendiri. Jika Oxford United tidak memperpanjang kontraknya, Marselino harus mencari klub lain di Eropa yang bersedia memberinya kesempatan lebih banyak. Alternatifnya, ia bisa kembali ke Asia, meskipun ambisinya untuk berkarier di Eropa tampaknya masih kuat.
Ke depan, keputusan Oxford United akan menjadi penentu. Apakah mereka akan memberikan kontrak baru dan meminjamkannya lagi, atau justru melepasnya secara gratis? Yang jelas, Marselino masih memiliki modal berupa usia muda dan pengalaman di tiga liga Eropa (Belgia, Inggris, Slovakia). Namun, ia harus segera mendapatkan menit bermain reguler agar tidak stagnan. Pertanyaan besarnya: akankah ada klub Eropa lain yang tertarik mengambil risiko pada pemain yang rentan cedera dan minim jam terbang ini?



