Pelita Jaya Selangkah Lagi ke Final IBL Usai Bungkam Dewa United Lewat Drama Satu Poin
Baca dalam 60 detik
- Pelita Jaya mengalahkan Dewa United 84-83 di Game 3 semifinal IBL GoPay 2026, unggul 2-1 dalam seri best-of-five.
- Dewa United gagal memanfaatkan keunggulan kandang dan rekor buruk melawan Pelita Jaya berlanjut dengan empat kekalahan beruntun di Dewa United Arena sejak 2024.
- Pelita Jaya hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke final, sementara Dewa United menghadapi laga do-or-die pada Sabtu (13/6).

Pelita Jaya Basketball Jakarta hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk merebut tiket ke final IBL GoPay 2026 setelah menaklukkan tuan rumah Dewa United Banten dengan skor tipis 84-83 dalam laga Game 3 semifinal yang berlangsung di Dewa United Arena, Kamis (11/6) malam. Kemenangan ini membuat Pelita Jaya unggul 2-1 dalam seri best-of-five dan menempatkan Dewa United di ambang eliminasi.
Tekanan sudah terasa sejak awal bagi Dewa United. Pasalnya, sejak 2024, tim asal Banten itu belum pernah sekalipun merasakan kemenangan atas Pelita Jaya saat bermain di kandang sendiri—catatan kini menjadi empat kekalahan beruntun. Untuk membangkitkan semangat, manajemen menyiapkan kaus bertuliskan "Defend The Crown" bagi penonton, namun dukungan penuh dari tribun tak cukup mengubah nasib tim.
Babak pertama menjadi milik tuan rumah yang unggul tipis 49-48. Namun, Pelita Jaya perlahan menemukan ritme dan menyamakan kedudukan 63-63 di akhir kuarter ketiga. Memasuki kuarter pamungkas, pertarungan berlangsung sengit. Troy Gillenwater sempat membawa Dewa United unggul 76-72 lewat tembakan tiga angka, tetapi Pelita Jaya langsung membalas dengan back-to-back tripoin dari Perrin Buford dan Andakara Prastawa Dhyaksa, memaksa pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, memanggil time-out.
Drama memuncak saat skor sama kuat 80-80 dengan sisa satu setengah menit. Pelita Jaya kemudian unggul empat angka (84-80) melalui kontribusi Jeffree Withey dan Vincent Kosasih. Dewa United masih memiliki peluang untuk memaksakan overtime setelah Gillenwater memasukkan dua free throw, tetapi Hardianus gagal memanfaatkan dua kesempatan dari garis tembakan bebas—hanya satu yang masuk—sehingga waktu habis dengan selisih satu poin.
"Pastinya senang, tetapi masih ada Game 4 yang harus kami menangkan untuk melaju ke babak Final. Saya yakin kami bisa memenangkan pertandingan tersebut untuk merebut tiket ke Final lagi," ujar Prastawa, yang menjadi salah satu motor kemenangan Pelita Jaya. Selain Prastawa, Buford dan Darious Moten juga menyumbang 19 poin, sementara Jeffree Withey membukukan 15 poin. Di kubu lawan, Gillenwater menjadi bintang dengan 27 poin, diikuti Joshua Ibarra (20 poin), Donell Cooper II (14 poin), dan Dio Tirta Saputra (12 poin).
Kekalahan ini membuat Dewa United harus menjalani laga do-or-die pada Sabtu (13/6) di kandang yang sama. Jika kalah lagi, Pelita Jaya akan melaju ke final. Namun, jika Dewa United mampu memaksakan kemenangan, seri akan berlanjut ke Game 5 yang dijadwalkan berlangsung di PJ Arena, markas Pelita Jaya, pada Senin (15/6).
Pertanyaan kini mengemuka: mampukah Dewa United mematahkan kutukan kandang dan memperpanjang napas, atau justru Pelita Jaya yang akan menuntaskan misi balas dendam setelah musim lalu gagal di final? Jawabannya akan terjawab dalam dua hari ke depan.



