Ekiti Salurkan Dana Hibah Rp1,7 Miliar untuk 177 Pengusaha Muda
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Negara Bagian Ekiti, Nigeria, mengucurkan dana hibah senilai N55,6 juta (sekitar Rp1,7 miliar) kepada 177 wirausaha terpilih melalui program Innovation Enterprise Support Fund.
- Program yang didukung FirstBank of Nigeria ini menyasar delapan sektor, dengan pertanian mendominasi, disusul teknologi dan manufaktur, serta memberikan porsi khusus bagi usaha yang dipimpin perempuan.
- Inisiatif ini menjadi model pendanaan inovatif bagi daerah lain di Afrika dan dapat menjadi referensi bagi program serupa di Indonesia untuk mendorong ekosistem startup lokal.

Pemerintah Negara Bagian Ekiti, Nigeria, mulai menyalurkan dana hibah senilai 55,6 juta naira (setara sekitar Rp1,7 miliar) kepada 177 wirausaha yang lolos seleksi ketat. Langkah ini merupakan realisasi dari Innovation Enterprise Support Fund (IESF), program yang digagas Gubernur Biodun Oyebanji bekerja sama dengan FirstBank of Nigeria.
Komisioner Inovasi, Sains, dan Ekonomi Digital Ekiti, Oluwaseun Fakuade, mengungkapkan bahwa program ini menarik 746 pendaftar dari 16 wilayah pemerintah daerah. Setelah melalui proses seleksi kompetitif dan bootcamp, hanya 177 peserta yang dinyatakan lolos. "Kami berkomitmen memberikan akses pendanaan dan peluang pertumbuhan bagi wirausaha," ujar Fakuade dalam pernyataan resmi di Ado-Ekiti, Rabu (12/3).
Dana hibah dibagi dalam tiga tingkatan sesuai tahap perkembangan bisnis. Tier satu menerima antara 750.000 hingga 2 juta naira, tier dua antara 350.000 hingga 750.000 naira, dan tier tiga hingga 350.000 naira. Menariknya, usaha yang dipimpin perempuan terwakili di semua kategori, sejalan dengan target inklusivitas program.
Fakuade menegaskan bahwa program ini tidak dirancang untuk satu kategori wirausaha saja. "Ekonomi Ekiti itu beragam, dan ide-ide dari masyarakat mencerminkan hal itu. Baik inovator agritech di Irepodun maupun pengembang perangkat lunak di Ado-Ekiti, setiap wirausaha berhak mendapatkan jalur yang andal untuk berkembang," katanya. Ia juga mengapresiasi dukungan Gubernur Oyebanji yang dinilai kunci dalam membangun ekonomi berbasis inovasi.
Dari sisi perbankan, Adebayo Yacoub, Manajer Bisnis Direktorat Sektor Publik FirstBank, menyebut kemitraan ini sebagai bukti komitmen bank dalam mendukung pengembangan usaha dan inklusi ekonomi. "Kami akan terus mendukung inisiatif yang mendorong inovasi dan menciptakan peluang bagi wirausaha pemula," ujarnya.
Program IESF di Ekiti bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah di Indonesia yang tengah menggenjot ekosistem startup. Dengan pendekatan bertahap dan fokus pada sektor prioritas seperti pertanian dan teknologi, model ini menawarkan skema pendanaan yang lebih terukur dibandingkan hibah langsung tanpa pendampingan. Pertanyaannya, mampukah daerah-daerah di Indonesia mengadopsi pola serupa untuk memperkuat pondasi ekonomi lokal?



