Debut Saham CXMT Melonjak 470%, Perusahaan Chip Tiongkok Ini Kini Paling Bernilai di Daratan
Baca dalam 60 detik
- CXMT, produsen chip memori asal Tiongkok, mencatatkan kenaikan saham lebih dari 470% pada debut di STAR Market, menjadikannya perusahaan publik paling bernilai di daratan Tiongkok dengan kapitalisasi pasar 3,3 triliun yuan (487,3 miliar dolar AS).
- Lonjakan ini terjadi di tengah aksi jual saham teknologi global, memberikan angin segar bagi pemerintah Tiongkok yang tengah berupaya mengatasi penurunan bursa saham yang telah menghapus lebih dari 1,5 triliun dolar AS.
- Keberhasilan CXMT mengancam dominasi trio raksasa DRAM—Samsung, SK Hynix, dan Micron—yang menguasai sekitar 90% produksi global, sekaligus memperkuat posisi Tiongkok dalam rantai pasok semikonduktor.

Saham produsen chip memori terbesar Tiongkok, CXMT, melesat lebih dari 470% pada debut perdagangannya di STAR Market Shanghai, menjadikannya perusahaan publik paling bernilai di daratan Tiongkok dengan kapitalisasi pasar sekitar 3,3 triliun yuan atau setara 487,3 miliar dolar AS.
Lonjakan harga saham ini terjadi meskipun pasar teknologi global tengah tertekan oleh aksi jual besar-besaran. Bagi otoritas keuangan Tiongkok, kinerja impresif CXMT menjadi secercah harapan di tengah upaya mereka menstabilkan bursa saham yang kehilangan lebih dari 1,5 triliun dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.
CXMT, yang didirikan pada 2016 oleh Zhu Yiming dan bermarkas di Hefei, Anhui, memproduksi chip dynamic random-access memory (DRAM) yang digunakan di pusat data kecerdasan buatan (AI), ponsel, komputer, dan perangkat elektronik lainnya. Perusahaan berencana mengalokasikan sebagian besar dana hasil IPO untuk meningkatkan produksi chip memori dan riset pengembangan.
Kesuksesan CXMT tidak terlepas dari dominasi pasar DRAM yang selama ini dikuasai oleh tiga pemain utama: Samsung Electronics dan SK Hynix dari Korea Selatan serta Micron Technology dari Amerika Serikat. Ketiganya menguasai hampir 90% produksi global. Namun, kehadiran CXMT dengan valuasi besar bisa mengubah peta persaingan di industri ini.
Bagi Indonesia, perkembangan ini membawa implikasi strategis. Sebagai negara pengimpor besar komponen elektronik, kehadiran pemain baru di pasar DRAM berpotensi menekan harga chip dan mengurangi ketergantungan pada pemasok tradisional. Di sisi lain, persaingan yang semakin ketat juga bisa mendorong inovasi dan efisiensi, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen dan pelaku industri teknologi di Tanah Air.
Sementara itu, SK Hynix—salah satu pemasok utama Nvidia—baru saja mencatatkan diri di bursa New York dengan nilai penawaran 26,5 miliar dolar AS, menjadikannya pencatatan saham asing terbesar di Amerika Serikat. Saham SK Hynix sempat melonjak 17% pada hari pertama perdagangan di Nasdaq, meski kemudian mengalami koreksi. Langkah ini menunjukkan betapa panasnya sektor chip memori, terutama yang terkait dengan AI.
Pertanyaan besarnya adalah apakah CXMT mampu mempertahankan momentum dan mengambil pangsa pasar dari Samsung, SK Hynix, dan Micron di tengah ketatnya persaingan dan tekanan geopolitik. Keberhasilan IPO ini menjadi modal awal, namun tantangan seperti hambatan regulasi, sanksi teknologi, dan skala produksi masih membayangi langkah CXMT ke depan.



