Raducanu Bangkit: Kemenangan Perdana Setelah Tiga Bulan di Queen's
Baca dalam 60 detik
- Emma Raducanu mengakhiri paceklik kemenangan sejak Maret dengan mengalahkan Anna Blinkova 6-0, 6-3 di Queen's.
- Penampilan percaya diri ini menjadi sinyal positif jelang Wimbledon setelah ia absen dua bulan karena sakit.
- Raducanu akan menghadapi unggulan ketujuh Sorana Cirstea di babak kedua.

Emma Raducanu akhirnya memutus rantai kekalahan setelah lebih dari tiga bulan tanpa kemenangan. Petenis Inggris berusia 23 tahun itu tampil dominan saat mengalahkan Anna Blinkova 6-0, 6-3 pada babak pertama turnamen Queen's Club, Selasa (18/6/2024).
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Raducanu sejak 6 Maret lalu, saat ia menaklukkan Anastasia Zakharova di Indian Wells. Setelah itu, kariernya terganggu oleh penyakit pasca-virus yang memaksanya absen dari WTA Tour selama lebih dari dua bulan. Dua pertandingan di tanah liat—di Strasbourg dan Prancis Terbuka—berakhir dengan kekalahan.
Namun, di hadapan pendukung sendiri di London, Raducanu menunjukkan performa yang jauh berbeda. Ia memenangi delapan gim pertama tanpa balasan, menutup set pertama hanya dalam 20 menit dengan 25 dari 31 poin dimenangi, termasuk 11 winner dan hanya dua kesalahan sendiri. Senyum dan semangat yang terpancar kontras dengan penampilannya yang datar saat kalah di Roland Garros 16 hari sebelumnya.
"Saya sangat senang bisa melewati pertandingan ini. Kembali bermain di Queen's... saya sudah beberapa bulan tidak memenangi pertandingan, dan tidak ada tempat yang lebih saya inginkan untuk melakukannya," ujar Raducanu kepada penonton.
Meski sempat terhenti hujan saat unggul 3-0, Raducanu tidak kehilangan ritme. Di set kedua, ia sempat goyah dengan empat kali kehilangan servis berturut-turut, namun berhasil merebut break krusial berkat net cord yang beruntung. Ia menutup pertandingan dengan backhand winner lurus yang disambut sorak penonton. Sebelum meninggalkan lapangan, ia menulis 'back home' dengan gambar hati di lensa kamera TV.
Kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang Wimbledon yang akan digelar awal Juli. Raducanu mengaku menikmati atmosfer dan merasa lebih bebas di lapangan. "Cara saya bergerak, mengekspresikan diri—bukan hanya tenisnya—saya sangat menikmatinya. Semua terasa alami, tanpa berpikir berlebihan," katanya.
Di sisi lain, petenis Inggris lainnya, Katie Boulter, juga melaju ke babak kedua setelah mengalahkan unggulan kedelapan Leylah Fernandez 3-6, 7-6(4), 7-5 dalam pertandingan dua hari. Boulter akan berhadapan dengan Jaqueline Cristian. Namun, Raducanu dan Boulter yang berduet di ganda kalah dari pasangan Storm Hunter/Zhang Shuai dengan skor 6-4, 3-6, 10-5.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kebangkitan Raducanu menambah daya tarik jelang Wimbledon. Petenis muda yang pernah menjadi juara US Open 2021 ini menunjukkan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi. Pertanyaannya, akankah konsistensi ini bertahan saat menghadapi lawan yang lebih berat seperti Cirstea?



