Cedera Mboko Hentikan Langkah Serena Williams di Queen's
Baca dalam 60 detik
- Serena Williams harus mengakhiri partisipasinya di nomor ganda Queen's setelah pasangannya, Victoria Mboko, mengalami cedera lutut kiri saat bertanding tunggal.
- Mboko, yang baru berusia 19 tahun, terjatuh dan menangis kesakitan saat tertinggal dari Karolina Pliskova, memaksanya mundur dan mengakhiri harapan mereka di perempat final.
- Williams, yang baru kembali setelah hampir empat tahun absen, dijadwalkan tampil di Berlin pekan depan bersama Karolina Muchova, sementara kepastiannya di Wimbledon masih menunggu keputusan wildcard.

Kembalinya Serena Williams ke lapangan tenis setelah hampir empat tahun vakum harus terhenti lebih awal di turnamen Queen's. Pasangan gandanya, Victoria Mboko, mengalami cedera lutut kiri saat bertanding tunggal pada Rabu (18/6) dan dipastikan mundur dari nomor ganda, membuat perjalanan Williams di turnamen tersebut kandas.
Mboko, petenis Kanada berusia 19 tahun, terjatuh saat tertinggal 6-2, 3-4 dari Karolina Pliskova. Ia berteriak kesakitan sambil memegangi lututnya, lalu meninggalkan lapangan dengan menangis. Cedera ini memaksanya mundur dari pertandingan tunggal dan juga membatalkan partisipasinya di nomor ganda bersama Williams. Akibatnya, pasangan Leylah Fernandez dan Laura Siegemund langsung melaju ke semifinal tanpa bertanding.
Williams, yang memegang 23 gelar Grand Slam tunggal, kembali bertanding pada Selasa setelah 1.375 hari absen. Ia tampil impresif bersama Mboko dengan mengalahkan unggulan ketiga Erin Routliffe dan Nicole Melichar-Martinez 7-6 (7-2), 6-2. Penampilannya menunjukkan servis kuat dan pukulan dasar yang masih tajam, seolah tak pernah meninggalkan lapangan.
Meski langkahnya di Queen's terhenti, Williams dikabarkan akan melanjutkan comeback-nya dengan bermain ganda di Berlin pekan depan. Menurut laporan The Times, ia akan berpasangan dengan Karolina Muchova, petenis peringkat 10 dunia asal Ceko. Ini menunjukkan bahwa Williams serius ingin kembali bersaing di level tertinggi.
Kabar ini tentu menarik perhatian penggemar tenis di Indonesia, yang selama ini mengagumi kegigihan Williams. Turnamen Queen's sendiri menjadi ajang pemanasan jelang Wimbledon yang akan dimulai pada 29 Juni. Cedera Mboko juga menimbulkan kekhawatiran bahwa ia bisa melewatkan Wimbledon, mengingat ia adalah salah satu pemain muda berbakat yang dinantikan penampilannya.
Deborah Jevans, ketua All England Club (AELTC), menyatakan kegembiraannya melihat Williams kembali bermain. "Tentu saya akan senang dan antusias jika itu terjadi," ujarnya kepada BBC Sport. "Sungguh fantastis melihat dia memukul bola di Queen's. Komite wildcard kami akan bertemu, dan saya yakin mereka akan mempertimbangkan kesuksesannya di kejuaraan itu saat mengambil keputusan."
Williams sendiri belum secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bermain di Wimbledon. Namun, dengan performa apiknya di Queen's dan rencana bermain di Berlin, peluangnya untuk mendapat wildcard cukup besar. Pertanyaannya, mampukah ia kembali bersaing di panggung terbesar tenis dunia setelah sekian lama absen?



