Kemenangan Kedua Beruntun Timnas Indonesia: Ole Romeny Pahlawan, Rekor Bersih Herdman Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menaklukkan Mozambik 1-0 di SUGBK, mengukir kemenangan beruntun kedua di bawah asuhan John Herdman.
- Gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-12 menjadi pembeda, memperpanjang catatan cleansheet Garuda menjadi tiga dari empat laga era Herdman.
- Kemenangan ini juga menjadi yang pertama bagi Herdman melawan tim Afrika, setelah sebelumnya kala menangani Kanada.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8049200/original/055482900_1780892506-Prediksi_Indonesia_Vs_Mozambik.jpg)
Timnas Indonesia mempertahankan tren positif di bawah arahan John Herdman dengan menundukkan Mozambik 1-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (9/6/2026) malam. Gol cepat Ole Romeny pada menit ke-12 sudah cukup untuk memastikan kemenangan kedua beruntun skuad Garuda, sekaligus mempertegas efektivitas permainan yang dibangun pelatih asal Inggris tersebut.
Dalam pertandingan itu, Herdman melakukan sejumlah perubahan signifikan pada susunan pemain inti. Justin Hubner dan Emil Audero diistirahatkan, memberi tempat bagi Calvin Verdonk dan Maarten Paes yang tampil sejak awal. Marselino Ferdinan juga dimasukkan sebagai starter, melengkapi trisula serang bersama Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny. Keputusan ini langsung membuahkan hasil saat Oratmangoen memberikan umpan terobosan yang diselesaikan Romeny menjadi gol tunggal.
Meski tidak mendominasi penguasaan bola, Indonesia tampil lebih efisien. Pada babak pertama, tim Merah Putih melepaskan delapan tembakan dengan tiga mengarah ke gawang. Memasuki babak kedua, dominasi tetap terjaga, namun penyelesaian akhir kurang maksimal. Masuknya Rayhan Hannan dan Sandy Walsh membuat permainan lebih cair, tetapi tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor positif, tetapi juga mencatatkan cleansheet ketiga dari empat laga di era John Herdman. Sejak menangani Indonesia, Herdman baru sekali melihat gawangnya kebobolan, yaitu saat melawan Bulgaria. Statistik ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam organisasi pertahanan Garuda.
Bagi Herdman, kemenangan ini memiliki makna khusus. Sebelumnya, ia belum pernah merasakan kemenangan melawan wakil Afrika. Saat menangani Kanada, ia harus mengakui keunggulan Maroko 1-2. Kini, catatan itu terhapus berkat performa solid anak asuhnya.
Dari sisi individu, Ole Romeny terus menunjukkan ketajamannya. Dengan enam gol dari sepuluh pertandingan, ia menjadi andalan lini depan. Menariknya, ia hanya tiga kali gagal mencetak gol, yaitu saat Indonesia takluk 0-6 dari Jepang, kalah 2-3 dari Arab Saudi, dan 0-1 dari Irak. Konsistensi ini menjadi modal berharga bagi tim menjelang agenda kompetitif berikutnya.
Ke depan, tantangan bagi Herdman adalah mempertahankan konsistensi dan meningkatkan produktivitas gol. Meski pertahanan solid, penyelesaian akhir masih perlu diasah agar kemenangan tidak selalu bergantung pada satu gol. Dengan jadwal FIFA Matchday selanjutnya yang belum diumumkan, publik menanti apakah Garuda mampu memperpanjang tren positif dan menembus peringkat FIFA yang lebih tinggi.



