Neymar Absen Latihan, Ancelotti Siapkan Skenario Tanpa Bintang Brasil di Fase Grup Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Neymar masih belum bergabung dalam latihan Brasil jelang laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Maroko, meningkatkan kekhawatiran akan kebugarannya.
- Pelatih Carlo Ancelotti disebut mungkin harus merelakan Neymar absen di seluruh fase grup karena cedera betis yang belum pulih.
- Situasi ini menjadi ujian bagi kedalaman skuad Brasil dan dapat memengaruhi peluang tim di turnamen yang juga disorot penggemar sepak bola Indonesia.

Kekhawatiran menyelimuti kamp pelatihan Brasil menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026: megabintang Neymar dipastikan absen dalam sesi latihan terakhir tim, dan rumor terbaru menyebut ia bisa melewatkan seluruh babak penyisihan grup. Kabar ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti yang bersiap menghadapi Maroko pada Sabtu malam.
Neymar, yang kini berusia 34 tahun, belum pulih sepenuhnya dari cedera betis yang ia derita saat membela Santos. Meski Ancelotti tetap memanggilnya untuk turnamen di Amerika Utara, kondisi fisik pemain berjuluk 'Ney' itu masih jauh dari prima. Sepanjang tahun kalender ini, ia bahkan tak mampu tampil dalam lebih dari dua pertandingan liga secara beruntun di level klub.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Neymar masih belum bergabung dengan rekan setimnya dalam latihan penuh sehari sebelum laga kontra Maroko—tim semifinalis Piala Dunia 2022. Pertandingan yang dijadwalkan kick-off pukul 23.00 BST itu diprediksi akan berlangsung tanpa kehadiran sang ikon. Sumber yang sama bahkan menyebut Ancelotti mungkin harus menyusun strategi tanpa Neymar untuk seluruh fase grup.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini tentu mengecewakan. Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global, dan Brasil selalu punya basis penggemar besar di Tanah Air. Absennya Neymar—yang kerap menjadi magnet pertandingan—bisa mengurangi daya tarik laga-laga fase grup, terutama bagi penonton yang menantikan aksi individu pemain bintang. Namun, di sisi lain, ini membuka peluang bagi pemain lain seperti Vinícius Júnior atau Rodrygo untuk membuktikan diri.
Ancelotti, yang dikenal sebagai pelatih pragmatis, diperkirakan akan mengandalkan skema kolektif tanpa Neymar. Dalam beberapa kesempatan, ia menekankan pentingnya kedalaman skuad. “Kami memiliki pemain berkualitas yang siap menggantikan,” ujarnya dalam konferensi pers sebelumnya—meski tak secara langsung menyebut Neymar. Pertanyaan besarnya: bisakah Brasil tetap tampil meyakinkan tanpa sang juru kunci?
Jika Neymar benar-benar absen hingga akhir fase grup, Brasil harus memastikan tiket ke babak gugur tanpa bergantung padanya. Jadwal padat—tiga laga dalam sepuluh hari—menuntut kebugaran prima. Keputusan Ancelotti untuk tetap membawa Neymar kini dipertanyakan: apakah ini langkah berisiko atau justru strategi jangka panjang? Jawabannya akan terlihat di lapangan, dan publik sepak bola Indonesia pun turut menanti.



