Joey Pelupessy Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Remehkan Mozambik
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menargetkan kemenangan kedua di FIFA Matchday Juni 2026 saat menjamu Mozambik di SUGBK, Selasa (9/6/2026).
- Meski unggul secara psikologis usai mengalahkan Oman 3-0, Pelupessy menekankan Mozambik memiliki peringkat FIFA lebih tinggi dan gaya bermain berbeda.
- Pelatih John Herdman memperingatkan risiko garis pertahanan tinggi yang bisa dieksploitasi kecepatan penyerang Mozambik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8080345/original/052219600_1780926306-20260608AA_PMPC_Timnas_Indonesia-5.jpg)
Timnas Indonesia mengusung misi sapu bersih di FIFA Matchday Juni 2026. Setelah menundukkan Oman 3-0, skuad Garuda bersiap menghadapi Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (9/6/2026) malam. Gelandang Joey Pelupessy menegaskan timnya tidak boleh lengah, mengingat lawan memiliki peringkat FIFA yang lebih baik.
Pertandingan kedua di jeda internasional ini menjadi ujian konsistensi bagi anak asuh John Herdman. Kemenangan atas Oman memang membangkitkan moral, tetapi Pelupessy mengingatkan bahwa Mozambik bukan lawan yang bisa diremehkan. Negara Afrika itu menempati peringkat 102 FIFA, unggul 17 tingkat dari Indonesia yang berada di posisi 119.
“Mereka memainkan sistem yang berbeda dengan Oman. Kami harus bersiap,” ujar Pelupessy dalam konferensi pers di SUGBK, Senin (8/6/2026). Ia menambahkan bahwa timnya telah menjalani sesi pemulihan dengan baik dan siap memberikan hasil positif kedua untuk menyelesaikan pemusatan latihan dengan sempurna.
Pelatih John Herdman memprediksi Indonesia akan mendominasi penguasaan bola. Namun, ia mewaspadai serangan balik cepat Mozambik. “Satu bola di belakang akan menjadi masalah karena kecepatan mereka. Ini ujian keseimbangan antara menyerang dan disiplin transisi pertahanan,” jelas Herdman. Ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit untuk menjaga clean sheet.
Bagi Pelupessy, laga ini juga menjadi ajang pembuktian setelah debutnya bersama Timnas Indonesia. Ia mengaku senang dengan performa tim saat melawan Oman, yang dinilainya bermain dengan hati dan harga diri. “Kami bermain dengan harga diri, dengan hati. Itu yang pertama ingin dilihat negara ini,” katanya. Namun, ia segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
Dari sisi taktik, Herdman mengingatkan bahwa penguasaan bola tinggi bisa menjadi bumerang jika pemain belakang kehilangan konsentrasi. Mozambik, yang diperkuat pemain-pemain cepat, siap mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan Garuda. “Ini akan menarik untuk melihat bagaimana pemain kami bisa berkonsentrasi dan menjaga clean sheet,” tutup Herdman.
Dengan dukungan penuh suporter di SUGBK, Timnas Indonesia berpeluang mengamankan dua kemenangan beruntun di FIFA Matchday. Namun, Mozambik bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Pertanyaan besarnya: mampukah Garuda menjaga performa dan mengatasi tekanan lawan yang lebih tinggi peringkatnya?



