Julian Brandt Pilih Leeds United ketimbang Ajax: Petualangan Perdana di Premier League
Baca dalam 60 detik
- Gelandang serang Jerman Julian Brandt memilih tawaran Leeds United daripada Ajax karena ingin merasakan Premier League untuk pertama kalinya.
- Brandt berstatus bebas transfer setelah kontraknya di Borussia Dortmund habis, sehingga Leeds tidak perlu mengeluarkan biaya transfer.
- Leeds masih harus bersaing dengan klub Serie A yang mungkin mengajukan proposal konkret dalam waktu dekat.

Julian Brandt memutuskan untuk menerima pinangan Leeds United ketimbang Ajax Amsterdam, menandai langkah pertama gelandang serang Jerman itu meninggalkan Bundesliga dan berkarier di Premier League. Keputusan ini menjadikan Leeds sebagai tujuan utama sang pemain, meskipun Ajax menawarkan tiket kompetisi Eropa dan sejumlah klub Serie A masih mengintai.
Menurut jurnalis Sky Sports Zinny Boswell, Brandt telah menerima tawaran kontrak dari Leeds dan Ajax. Namun, pemain berusia 30 tahun itu lebih condong ke Elland Road karena ia terpesona oleh atmosfer Premier Leagueโsebuah tantangan yang belum pernah ia hadapi. Boswell juga menambahkan bahwa Brandt terbuka terhadap tawaran dari Serie A jika ada proposal konkret dalam waktu dekat.
Brandt mengakhiri masa baktinya di Borussia Dortmund setelah tujuh musim. Selama berseragam Hitam-Kuning, ia mencatatkan lebih dari 300 penampilan di semua kompetisi, menyumbang lebih dari 120 gol dan assist, serta memenangi DFB-Pokal dan menjadi bagian dari perjalanan klub ke final Liga Champions. Musim terakhirnya (2025/26) ia masih produktif dengan tujuh gol dan empat assist meski berbagi waktu bermain.
Bagi Leeds, mendatangkan pemain sekaliber Brandt tanpa biaya transfer merupakan langkah cerdas. Tim asuhan Daniel Farke memang membutuhkan suntikan kreativitas di lini tengah setelah musim lalu kesulitan mencetak gol. Pengalaman Brandt di level tertinggi Jerman dan Eropa diharapkan bisa menjadi panutan bagi skuad muda Leeds yang masih beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Pelatih Farke sendiri sudah mengenal Brandt dari persaingan di Bundesliga, sehingga proses adaptasi diyakini lebih mulus.
Namun, ada risiko yang menyertai. Konsistensi Brandt sempat dipertanyakan sepanjang kariernya, dan gajinya diperkirakan tidak murah. Pemain yang belum pernah bermain di luar Jerman itu juga harus beradaptasi dengan intensitas fisik Premier League yang lebih tinggi. Leeds harus memastikan bahwa investasi ini sepadan dengan performa di lapangan.
Konteks Indonesia: Perpindahan pemain top Eropa seperti Brandt ke Liga Inggris selalu menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola Tanah Air. Premier League adalah liga asing dengan basis penonton terbesar di Indonesia. Kehadiran Brandt di Leeds bisa menambah daya tarik pertandingan Leeds yang sering disiarkan televisi Indonesia. Selain itu, langkah Brandt menunjukkan bahwa pemain berusia 30 tahun pun masih bisa mengejar tantangan baru di liga asingโsebuah pelajaran berharga bagi pemain Indonesia yang bermimpi berkarier di Eropa.
Meski negosiasi belum final, Leeds berada di posisi kuat. Ajax menawarkan kepastian bermain di Liga Europa, sementara Serie A hanya tinggal rumor. Pertanyaan selanjutnya: akankah Brandt mempertahankan performa terbaiknya di usia 30 tahun dan membantu Leeds menjauh dari zona degradasi? Atau justru gajinya yang besar akan menjadi beban jika ia gagal beradaptasi?



