Donny Warmerdam Tinggalkan PSIM, Kembali ke Belanda Perkuat De Graafschap
Baca dalam 60 detik
- Gelandang berusia 24 tahun itu resmi berseragam De Graafschap untuk musim 2026/2027 dengan kontrak satu tahun plus opsi perpanjangan.
- Kepergian Warmerdam menutup petualangan singkatnya di PSIM Yogyakarta yang hanya diwarnai 11 penampilan akibat cedera.
- Manajemen De Graafschap menunjuk Warmerdam sebagai jawaban atas kebutuhan lini tengah yang mampu mengontrol tempo permainan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323663/original/044194100_1755789623-1000089235.jpg)
Donny Warmerdam resmi kembali ke Belanda setelah menandatangani kontrak dengan De Graafschap untuk musim 2026/2027, mengakhiri masa baktinya yang singkat di PSIM Yogyakarta. Pemain berusia 24 tahun itu diumumkan sebagai rekrutan anyar klub Eerste Divisie tersebut melalui laman resmi pada Kamis (11/6/2026).
Warmerdam, yang sebelumnya pernah membela De Graafschap pada 2023, kini kembali ke Stadion De Vijverberg dengan kontrak berdurasi satu musim disertai opsi perpanjangan satu tahun. Kepulangannya menjadi bagian dari strategi manajemen untuk memperkuat sektor tengah, yang dinilai membutuhkan sosok dengan kemampuan mengatur ritme permainan.
Manajer teknis De Graafschap, Berry Powel, mengungkapkan bahwa tim secara khusus mencari gelandang dengan profil tertentu. "Kami membutuhkan seseorang yang nyaman menguasai bola dan berani mendorong permainan ke depan. Donny memiliki kualitas itu. Kami senang dia kembali ke De Vijverberg," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Warmerdam sendiri menyambut positif kesempatan ini. "Setelah berbicara dengan Berry dan Thomas, saya langsung yakin. Mereka punya rencana jelas untuk saya dan tim. Saya senang bisa kembali ke Achterhoek dan memberikan yang terbaik," katanya.
Perjalanan karier Warmerdam dimulai dari akademi Ajax Amsterdam, kemudian berkembang bersama Jong Ajax di kasta kedua Belanda. Pada 2023, ia memutuskan pindah ke De Graafschap sebelum akhirnya mencoba tantangan baru di Indonesia bersama PSIM pada musim 2025/2026. Namun, cedera membatasi kontribusinya hanya 11 pertandingan dengan total 713 menit bermain.
Kepergian Warmerdam meninggalkan tanda tanya bagi PSIM, yang hingga kini belum mengumumkan secara resmi status pelepasan pemainnya. Bagi klub asal Yogyakarta itu, kehilangan gelandang bertalenta tentu menjadi pukulan, terutama setelah mereka baru saja merasakan kemenangan dramatis atas Persebaya Surabaya di bawah asuhan pelatih Jean-Paul van Gastel.
Di sisi lain, langkah Warmerdam kembali ke Eropa menunjukkan bahwa kompetisi Indonesia tetap menjadi batu loncatan bagi pemain asing untuk kembali ke panggung yang lebih bergengsi. Dengan rekam jejak 155 penampilan di divisi kedua Belanda, ia diharapkan mampu memberikan dampak instan bagi De Graafschap yang berambisi bersaing di papan atas.
Pertanyaan selanjutnya, akankah Warmerdam mampu mengulang performa gemilangnya seperti saat pertama kali membela De Graafschap? Atau justru cedera yang membayanginya di Indonesia akan kembali menghantui? Musim depan akan menjadi jawabannya.



