Bintang Rugby Prancis Bielle-Biarrey Incar Emas Olimpiade Los Angeles 2028
Baca dalam 60 detik
- Louis Bielle-Biarrey, pemain sayap produktif Prancis, berencana beralih ke rugby sevens untuk membela negaranya di Olimpiade Los Angeles 2028.
- Keputusan ini mengikuti jejak Antoine Dupont yang sukses mempersembahkan emas Olimpiade Paris 2024 setelah beralih format.
- Kesepakatan kontrak baru dengan klub Bordeaux Begles disebut-sebut mencakup klausul izin bermain sevens.

Louis Bielle-Biarrey, pemain sayap muda Prancis yang telah mencetak 29 percobaan dalam 27 penampilan di rugby lima belas, tengah menjajaki kemungkinan untuk mewakili Prancis dalam cabang rugby sevens pada Olimpiade Los Angeles 2028. Langkah ini diambil setelah keberhasilan Antoine Dupont yang beralih format dan membawa tuan rumah meraih medali emas pertama di Olimpiade Paris 2024.
Pemain berusia 22 tahun itu telah menjadi salah satu pemain sayap paling produktif di dunia rugby lima belas, termasuk mencetak rekor sembilan percobaan di Six Nations musim ini. Menurut laporan media Prancis, keinginan untuk bermain sevens menjadi salah satu syarat dalam negosiasi perpanjangan kontraknya dengan klub Bordeaux Begles.
Presiden Federasi Rugby Prancis, Florian Grill, menyambut baik rencana tersebut. "Saya mengetahui keinginannya untuk bermain sevens, dan saya sangat senang," ujarnya kepada L'Equipe. Grill juga yakin Bielle-Biarrey akan memberikan dampak serupa dengan Dupont jika benar-benar beralih. "Ya, tampaknya cukup jelas. Louis akan menjadi pemain rugby sevens yang luar biasa, tentu saja," tambahnya.
Perpindahan antar format bukanlah hal baru dalam rugby. Di kategori putri, Meg Jones dan Ellie Kildunne dari Inggris pernah bermain sevens di Olimpiade Paris sebelum memenangkan Piala Dunia Rugby Wanita 2025. Ilona Maher dari Amerika Serikat juga meraih medali perunggu di Paris. Di kategori putra, nama-nama seperti Sonny Bill Williams, Rieko Ioane, Cheslin Kolbe, dan Kwagga Smith telah mewakili negara mereka di Olimpiade. Bahkan legenda All Blacks, Jonah Lomu dan Christian Cullen, memulai karier mereka di Hong Kong Sevens.
Sementara itu, tim sevens Inggris Raya (Great Britain) menghadapi tantangan berat. Tim putra dan putri mereka terdegradasi dari tingkat teratas sirkuit sevens dunia dan akan bersaing dengan Uruguay, Belgia, dan China untuk merebut tiket Olimpiade 2028. Direktur rugby GB7s, Ciaran Beattie, mengakui performa tim belum cukup baik musim ini. "Kedua tim belum cukup baik untuk melewati garis finis sepanjang musim, dan hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan kami. Sekarang saatnya untuk merenung dan memastikan kami siap bangkit kembali," katanya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana olahraga rugby sevens semakin populer dan menjadi ajang bagi pemain bintang untuk berkompetisi di Olimpiade. Meskipun rugby belum sepopuler sepak bola di Indonesia, kehadiran atlet-atlet top seperti Bielle-Biarrey dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga ini. Selain itu, keberhasilan atlet yang beralih format bisa menjadi inspirasi bagi atlet Indonesia untuk mengeksplorasi cabang olahraga lain demi meraih prestasi di multievent.
Dengan tiga jalur kualifikasi menuju Los Angeles 2028—melalui peringkat empat besar SVNS World Championship 2027, Europe Games, atau turnamen repechage Olimpiade—persaingan dipastikan akan ketat. Akankah Bielle-Biarrey mengikuti jejak Dupont dan membawa Prancis meraih emas lagi? Atau justru tim sevens Inggris Raya yang akan bangkit? Waktu yang akan menjawab.



