Pelatih Perempuan Pertama Lions: Skuad Terbaik untuk Tur Bersejarah ke Selandia Baru
Baca dalam 60 detik
- Jo Yapp, mantan pemain timnas Inggris, ditunjuk sebagai pelatih kepala perdana British and Irish Lions wanita untuk tur ke Selandia Baru pada 2027.
- Yapp berkomitmen memilih pemain terbaik tanpa memandang negara asal, meskipun dominasi Inggris di rugby wanita berpotensi membuat skuad didominasi Red Roses.
- Tur ini diharapkan menjadi momen bersejarah bagi olahraga global, dengan Lions optimistis mampu menarik perhatian penggemar di dua belahan bumi.

Jo Yapp secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala pertama tim wanita British and Irish Lions, yang akan menjalani tur perdana ke Selandia Baru pada musim panas 2027. Dalam pernyataannya, Yapp menegaskan bahwa pemilihan skuad akan didasarkan semata-mata pada kualitas pemain, bukan faktor lain—sebuah sikap yang secara tidak langsung mengakui dominasi Inggris, yang telah memenangkan 38 pertandingan uji coba beruntun dan tak terkalahkan oleh Skotlandia, Wales, atau Irlandia sejak 2015.
“Pada akhirnya, Lions adalah tentang memilih pemain terbaik. Itu mutlak. Jika Anda menjadi Lion, Anda harus tahu bahwa Anda pantas menyandang gelar itu,” ujar Yapp kepada BBC Sport. Meski demikian, ia mengakui bahwa pemain-pemain berbakat juga tersebar di negara lain. “Saya menghargai dominasi Inggris dari sudut pandang itu, tetapi di setiap skuad selalu ada pemain yang membuat Anda berkata, ‘wow, mereka benar-benar berbakat’.”
Yapp, yang ditunjuk sebulan lalu, telah meminta masukan dari Andy Farrell—pelatih kepala Lions putra yang membawa timnya meraih kemenangan seri 2-1 atas Australia tahun lalu. Salah satu pesan kunci Farrell adalah pentingnya memanfaatkan waktu persiapan yang singkat. “Anda tidak punya satu musim untuk membiasakan diri. Harus bisa langsung tancap gas,” kata Yapp. Ia kini berfokus membentuk tim kepelatihan yang solid sebelum laga perdana melawan Black Ferns XV pada 4 September 2027.
Karier Yapp di rugby wanita sudah tidak diragukan. Ia mengoleksi 70 caps bersama Inggris sebagai pemain, pernah menjadi kapten, dan kini menjabat sebagai pelatih pengembangan bakat di Rugby Football Union. Sebelumnya, ia menukangi Australia hingga babak perempat final Piala Dunia Wanita 2022, dan baru saja menjadi bagian dari staf kepelatihan Inggris di Six Nations Wanita. Kepala eksekutif Lions, Ben Calveley, menyebut Yapp sebagai kandidat terbaik setelah proses seleksi ketat yang melibatkan banyak nama dari seluruh dunia. “Kami sepakat bahwa Jo adalah orang yang tepat. Ia memiliki pemahaman teknis dan taktis yang mendalam, tetapi yang lebih penting, ia fokus pada manusia dan budaya tim,” ujar Calveley.
Bagi penggemar rugbi di Indonesia, tur ini menjadi momentum untuk menyaksikan perkembangan pesat rugbi wanita global. Meski rugbi belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, kehadiran tim sebesar Lions—dengan sejarah dan tradisi panjang—dapat menjadi inspirasi bagi atlet wanita Indonesia yang menekuni olahraga ini. Apalagi, Indonesia sendiri tengah mengembangkan rugbi melalui Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI), dan ajang seperti ini bisa menjadi tolok ukur standar internasional.
Calveley optimistis bahwa tur Lions wanita akan menjadi “momen signifikan bagi olahraga global, bukan hanya rugbi.” Ia mengakui tantangan jadwal yang padat, tetapi yakin bahwa kualitas pertandingan akan menarik perhatian penggemar di kedua belahan bumi. Pertanyaan besarnya: akankah dominasi Inggris benar-benar terwujud dalam skuad, atau justru pemain dari negara lain mampu menembus seleksi ketat Yapp? Jawabannya akan mulai terlihat saat skuad diumumkan pada pertengahan 2027.



