Rekor Kelam: North Wales Crusaders Dibantai 134-0, Terburuk dalam 131 Tahun
Baca dalam 60 detik
- North Wales Crusaders mencatat kekalahan terbesar sepanjang sejarah rugby league divisi satu dan dua setelah dihajar London Broncos 134-0.
- Kekalahan ini merupakan yang ketiga kalinya musim ini Crusaders kebobolan lebih dari 100 poin, mencerminkan krisis finansial dan performa tim.
- Dengan 14 kemenangan beruntun, London Broncos kokoh di puncak klasemen, sementara Crusaders terpuruk di dasar dengan poin minus akibat pengurangan poin.

North Wales Crusaders menelan kekalahan paling memalukan dalam sejarah 131 tahun rugby league divisi utama dan kedua. Bertanding di kandang sendiri, Stadiwm CSM, Colwyn Bay, mereka dibantai London Broncos dengan skor telak 134-0, Minggu (18/8). Kekalahan ini menjadi yang terbesar bagi tim mana pun di dua divisi teratas sepanjang sejarah olahraga tersebut.
Kekalahan tersebut merupakan yang ketiga kalinya musim ini Crusaders kebobolan lebih dari 100 poin. Sebelumnya, mereka juga kalah 106-18 dari tim yang sama di London. Catatan ini menunjukkan betapa dalamnya krisis yang melanda klub asal Wales Utara itu, baik dari segi finansial maupun performa di lapangan.
Pertandingan baru berjalan satu menit ketika Emarly Bitungane membuka keunggulan Broncos. Pusat Brandon Webster-Mansfield menjadi bintang dengan mencetak lima percobaan, memimpin rentetan try yang tak terhentikan. Broncos yang kini memuncaki klasemen Championship dengan rekor sempurna 14 kemenangan dari 14 pertandingan, menunjukkan dominasi absolut musim ini.
Di sisi lain, Crusaders yang baru promosi dari League One musim lalu justru mengalami musim yang berat. Mereka hanya memenangkan tiga dari 14 pertandingan dan kini berada di dasar klasemen dengan poin minus enam. Pengurangan 12 poin akibat masalah insolvensi dan pergantian kepemilikan awal musim semakin memperparah situasi. Kekalahan ini hanya terpaut 10 poin dari rekor terberat sepanjang masa rugby league, ketika York Knights mengalahkan North Wales Raiders 144-0 pada 2018.
โIni adalah pukulan telak bagi klub. Kami harus segera bangkit dan memperbaiki fundamental tim,โ ujar manajer Crusaders dalam pernyataan resmi.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kekalahan semacam ini jarang terjadi di level profesional. Namun, kasus Crusaders menjadi pengingat bahwa masalah keuangan dan manajemen dapat menghancurkan performa tim secara drastis. Di Indonesia, klub-klub olahraga juga kerap menghadapi tantangan serupa, di mana krisis finansial berujung pada penurunan prestasi. Ke depannya, Crusaders harus berbenah total jika ingin bertahan di Championship, sementara Broncos terus melaju tanpa hambatan menuju promosi ke Super League.



