Comeback Bulls Hancurkan Glasgow, Melaju ke Final URC Keempat
Baca dalam 60 detik
- Bulls membalikkan defisit 18 poin untuk mengalahkan Glasgow Warriors 21-10 di semifinal URC.
- Kemenangan ini mengantarkan Bulls ke final URC keempat dalam lima tahun, menanti pemenang Leinster vs Stormers.
- Glasgow, juara bertahan, harus mengakui superioritas Bulls di babak kedua setelah unggul di babak pertama.

Bulls kembali menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan defisit 18 poin untuk mengalahkan Glasgow Warriors 21-10 di semifinal United Rugby Championship (URC) di Murrayfield, Edinburgh, Sabtu (15/6). Kemenangan ini memastikan tim asal Pretoria itu melaju ke final URC keempat dalam lima tahun terakhir, sekaligus membalas kekalahan mereka di final 2024 dari tim yang sama.
Glasgow, yang finis sebagai pemuncak klasemen musim reguler, tampil dominan di babak pertama. Dua percobaan dari kapten Kyle Steyn dan satu percobaan penalti membuat mereka unggul 21-10 saat turun minum. Namun, Bulls bangkit di babak kedua dengan tiga percobaan berturut-turut melalui Johan Grobbelaar, Embrose Papier, dan Francois Klopper, mencetak 19 poin tanpa balas untuk membalikkan keadaan.
Pelatih Bulls Johan Ackermann memuji ketenangan timnya di saat tertinggal. "Para pemain tetap tenang saat turun minum dan menunjukkan karakter luar biasa. Saya kehilangan kata-kata. Glasgow bermain sangat baik di babak pertama, tetapi para pemimpin kami tampil," ujarnya kepada Premier Sports. Ackermann mengakui bahwa tantangan yang ia berikan kepada timnya adalah mencetak satu percobaan dan melihat perkembangan selanjutnyaโdan itu berhasil.
Di sisi lain, pelatih Glasgow Franco Smith menyayangkan kegagalan timnya mempertahankan keunggulan. "Kami biasanya sangat bagus di babak kedua, tetapi kali ini kami kebobolan terlalu banyak yard dalam bertahan. Itu yang paling mengecewakan," kata Smith. Meski demikian, ia tetap bangga dengan pencapaian timnya musim ini, termasuk finis sebagai juara musim reguler.
Pertandingan ini juga diwarnai kartu kuning untuk Handre Pollard (Bulls) di babak pertama dan Ruan Nortje (Bulls) serta Scott Cummings (Glasgow) di babak kedua. Meski Pollard gagal mengeksekusi tiga tendangan penalti beruntun di akhir laga, keunggulan satu poin yang tercipta dari percobaan Klopper sudah cukup untuk mengamankan kemenangan. Bulls bertahan dengan gigih di menit-menit akhir, menolak setiap serangan scrum Glasgow.
Bagi Glasgow, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah mereka juga tersingkir di perempat final Piala Champions Eropa. Namun, Smith menegaskan bahwa timnya akan belajar dari pengalaman ini. "Kami bekerja keras musim ini, menghadapi kesulitan dengan pemain internasional dan cedera. Finis teratas adalah pencapaian penting. Kami ingin melangkah lebih jauh, tetapi saya bangga dengan musim ini," pungkasnya.
Dengan kemenangan ini, Bulls kini menunggu pemenang semifinal kedua antara Leinster dan Stormers yang akan berlangsung di Dublin. Jika Leinster menang, final akan menjadi ulangan final 2022 yang dimenangkan Bulls. Namun, Stormers juga tidak bisa dianggap remeh setelah tampil impresif musim ini. Pertanyaannya, mampukah Bulls akhirnya meraih gelar URC perdana setelah dua kali menjadi runner-up?



