Joe Joyce Bangkit dari Keterpurukan, Tantang Petinju Rusia Tak Terkalahkan di Moskow
Baca dalam 60 detik
- Petinju kelas berat asal Inggris Joe Joyce akan kembali bertarung setelah setahun vakum, menantang Artem Suslenkov yang belum terkalahkan dalam 14 pertarungan.
- Joyce yang telah menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhirnya berusaha membalikkan nasib di hadapan petinju Rusia berusia 30 tahun itu.
- Laga ini menjadi ujian karier bagi Joyce, sementara Suslenkov berpeluang memperkuat posisinya di peringkat 10 besar WBA.

Petinju kelas berat asal Inggris, Joe Joyce, akan kembali naik ring setelah lebih dari setahun absen dengan menantang juara bertahan WBA Continental, Artem Suslenkov, di Moskow pada 11 Juli mendatang. Pertarungan ini menjadi momentum krusial bagi Joyce yang tengah berjuang keluar dari tren negatif setelah menelan empat kekalahan dalam lima pertarungan terakhirnya.
Joyce (40 tahun) terakhir kali bertarung pada April 2025, saat ia kalah angka mutlak dari Filip Hrgovic dalam perebutan gelar WBO International kelas berat. Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi peraih medali perak Olimpiade 2016 tersebut, yang catatan profesionalnya kini menjadi 16 kemenangan dan 4 kekalahan. Promotor Joyce, Frank Warren, bahkan sempat memintanya untuk berpikir serius tentang masa depan setelah kekalahan dari Hrgovic.
Namun, Joyce menegaskan bahwa ia telah mempersiapkan diri selama setahun penuh untuk kembali ke ring. “Saya sangat antusias dengan kesempatan terbang ke Rusia dan memperebutkan gelar WBA Continental pada 11 Juli. Tim saya dan saya sudah siap, Moskow harus bersiap untuk penampilan besar,” ujar Joyce dalam pernyataan resmi. Ia juga berterima kasih kepada IBA Pro yang memberinya kesempatan ini.
Di sisi lain, Suslenkov (30 tahun) datang dengan rekor sempurna 14 kemenangan, sembilan di antaranya lewat knockout. Petinju kelahiran Volgograd ini terakhir bertarung pada April lalu, saat ia mempertahankan gelar WBA Continental dengan mengalahkan Artur Mann. Kemenangan tersebut membawanya masuk ke peringkat 10 besar WBA untuk pertama kalinya. “Joyce adalah lawan yang kuat dengan teknik dan pengalaman luas. Ini tantangan serius. Saya merasa bersemangat sekaligus fokus penuh,” kata Suslenkov. “Ini kesempatan untuk menunjukkan level saya dan memberi penggemar sesuatu yang bisa disoraki.”
Laga Joyce vs Suslenkov menjadi bagian dari kartu IBA Pro 19 yang akan diisi oleh pertarungan utama antara Murat Gassiev mempertahankan gelar WBA heavyweight melawan Tony Yoka. Bagi Joyce, pertarungan ini bukan sekadar laga comeback, melainkan ujian terakhir untuk membuktikan bahwa ia masih layak bersaing di papan atas kelas berat. Jika kalah lagi, masa depannya di dunia tinju profesional akan semakin suram. Sebaliknya, kemenangan akan membuka peluang untuk kembali ke jalur perebutan gelar dunia.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, pertarungan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan dinamika kelas berat yang semakin kompetitif. Joyce, yang dikenal dengan gaya bertarung agresif dan daya tahan luar biasa, pernah menjadi ancaman bagi petinju top seperti Daniel Dubois dan Oleksandr Usyk. Namun, rentetan kekalahan membuatnya harus memulai lagi dari bawah. Mampukah ia bangkit di negeri orang, atau justru Suslenkov yang akan melanjutkan dominasinya? Jawabannya akan diketahui pada 11 Juli mendatang.



