Skandal Malam di London: Kapten Ben Stokes Terancam Dicopot, Larangan Alkohol Mengemuka
Baca dalam 60 detik
- Rob Key, direktur kriket Inggris, mempertimbangkan larangan alkohol total setelah Stokes dan Atkinson melanggar jam malam.
- Stokes dan Atkinson absen di Tes kedua karena terlibat insiden klub malam yang melibatkan pemain rugby Saracens.
- Masa depan Stokes sebagai kapten tidak dijamin; ECB masih menyelidiki kasus ini.

Direktur Kriket Inggris, Rob Key, tidak memberikan jaminan bahwa Ben Stokes akan tetap menjadi kapten tim Tes, dan tengah mempertimbangkan larangan alkohol menyusul serangkaian insiden yang melibatkan pemain. Langkah ini diambil setelah Stokes dan Gus Atkinson absen pada Tes kedua melawan Selandia Baru karena terlibat dalam insiden di klub malam London, Senin dini hari.
Ini adalah kontroversi terkait alkohol terbaru yang melanda tim Inggris dalam enam bulan terakhir. Enam dari sebelas pemain yang tampil pada kemenangan Tes pertama di Lord's tercatat terlibat dalam pelanggaran larut malam. Setelah tuduhan budaya minum yang mengemuka selama musim dingin, Inggris memberlakukan jam malam tengah malam, yang justru dilanggar oleh Stokes dan Atkinson.
Key mengakui bahwa langkah lebih tegas mungkin diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik. "Apakah kita perlu melihat apakah kita sudah cukup ketat?" ujar Key. "Bahkan ketika mereka memenangkan pertandingan, apakah sekarang saatnya tidak ada alkohol kapan pun dan di tahap mana pun?" Ia menambahkan bahwa pemain kini harus menunjukkan bahwa mereka dapat dipercaya, namun sulit untuk mengatakan bahwa mereka bisa saat ini.
Stokes dan Atkinson sedang diselidiki oleh Dewan Kriket Inggris dan Wales (ECB). ECB mengonfirmasi bahwa keduanya melanggar jam malam. Dalam pernyataan Senin, terungkap bahwa Stokes (35) dan Atkinson (28) hadir saat seorang anggota staf keamanan Inggris dipukul oleh pemain rugby Saracens, Totoa Auvaa. Staf keamanan tersebut mengalami luka dan membutuhkan perawatan medis. Key menegaskan jam malam berlaku sepanjang seri melawan Selandia Baru, dan Atkinson mengaku tidak tahu jam malam masih berlaku.
Ditanya apakah Stokes bisa mengundurkan diri sebagai kapten dan pensiun, Key menjawab, "Dia tidak memberi isyarat itu kepada saya." Namun, Key tidak memberikan jaminan Stokes akan kembali memegang ban kapten. "Ada banyak hal yang harus terjadi sebelum itu. Kami harus menjalankan investigasi, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Key. Keputusan baru akan diambil setelah investigasi selesai.
Kapten untuk Tes kedua diserahkan kepada Joe Root, bukan Harry Brook yang merupakan wakil kapten. Brook sendiri terlibat kontroversi klub malam di Wellington pada Oktober lalu, ketika ia dipukul oleh bouncer. Key mengakui bahwa insiden Wellington menjadi salah satu alasan Brook tidak dipilih menjadi kapten, meskipun bukan alasan utama. "Saya rasa ini bukan waktu yang tepat. Kapten Tes adalah pekerjaan besar, bahkan untuk sementara," ujar Key.
Kontroversi di luar lapangan ini membayangi pencapaian Stokes sebagai kapten. Dengan 24 kemenangan dari 43 pertandingan, ia memiliki persentase kemenangan terbaik sejak 1981. Namun, rentetan masalah ini mengancam reputasi kriket Inggris. Key membantah tim ini telah menjadi "aib nasional", dan menekankan bahwa Stokes dan pelatih Brendon McCullum adalah salah satu duo pelatih-kapten paling sukses.
Key mengaku berbagi frustrasi dengan para pendukung yang lelah dengan perilaku tim. "Saya bisa memahami perasaan mereka, karena itulah yang saya rasakan. Di sini saya lagi-lagi berbicara tentang hal ini. Sungguh frustrasi," katanya. Ia menambahkan bahwa semua kerja keras untuk membangun kembali hubungan dengan publik terasa sia-sia. "Ketika melihat apa yang terjadi, sulit untuk membela apa pun saat ini. Saya percaya kami berada di jalur yang benar, tetapi sulit untuk membuktikannya."
Ke depan, publik menanti hasil investigasi ECB dan langkah selanjutnya. Apakah larangan alkohol total akan diterapkan? Akankah Stokes tetap menjadi kapten? Jawabannya akan menentukan arah tim Inggris di masa mendatang.



