Pelatih Norwegia Sesalkan Pembatalan Laga Uji Coba oleh Skotlandia Jelang Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Norwegia Stale Solbakken menuduh Steve Clarke tidak profesional setelah membatalkan pertandingan latihan tertutup di Amerika Serikat.
- Pembatalan mendadak ini membuat Norwegia kehilangan kesempatan uji coba yang sudah direncanakan berbulan-bulan, memicu kekecewaan di kubu mereka.
- Skotlandia beralasan cedera pemain, namun Norwegia meragukan kebenaran alasan tersebut dan menganggapnya sebagai tindakan lemah.

Ketegangan menjelang Piala Dunia 2026 memanas setelah pelatih timnas Norwegia, Stale Solbakken, secara terbuka mengecam rekannya dari Skotlandia, Steve Clarke, karena membatalkan pertandingan persahabatan tertutup yang sedianya digelar di Amerika Serikat. Solbakken menyebut tindakan itu tidak profesional dan merusak persiapan timnya.
Pertandingan latihan yang dijadwalkan pada Senin (12/6) di North Carolina itu batal setelah Federasi Sepak Bola Norwegia mengumumkan pembatalan pada hari Minggu, dengan alasan cedera yang dialami pemain Skotlandia. Clarke kemudian membenarkan hal tersebut kepada BBC Scotland, mengatakan bahwa timnya mengalami beberapa cedera ringan dan tidak ingin mengambil risiko. Namun, Solbakken tidak menerima begitu saja penjelasan itu.
โIni mengejutkan dan tidak profesional,โ ujar Solbakken kepada penyiar Norwegia NRK setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan Maroko, lawan Skotlandia di Grup C, dalam laga uji coba terbuka pada hari yang sama. โTidak profesional karena pelatihnya tidak menelepon saya langsung, malah menggunakan manajer tim untuk memberi tahu setelah kami selesai latihan. Saya rasa cedera yang mereka tuduhkan tidak terjadi di sesi latihan terakhir. Ini mengecewakan.โ
Manajer tim Norwegia, mantan bek Fulham Brede Hangeland, menambahkan bahwa timnya telah merencanakan pertandingan tertutup itu selama berbulan-bulan sebelum tiba di Greensboro, yang berjarak sekitar 90 mil dari kamp latihan Skotlandia di Charlotte. โIni memalukan membatalkannya beberapa hari sebelumnya. Banyak organisasi, kesepakatan, dan kesepakatan gentleman yang sudah dibuat, lalu tiba-tiba mereka tidak mau. Saya rasa itu lemah,โ kata Hangeland.
Bagi Indonesia, perseteruan ini menjadi pengingat betapa pentingnya komunikasi dan profesionalisme dalam sepak bola internasional, terutama saat persiapan turnamen besar. Meski tidak terlibat langsung, dinamika seperti ini kerap memengaruhi jadwal dan strategi tim-tim Asia, termasuk Indonesia jika suatu saat bersua dengan kedua tim. Pembatalan mendadak juga bisa berdampak pada reputasi dan hubungan bilateral antarfederasi.
Skotlandia sendiri akan memulai kampanye Grup C melawan Haiti pada Selasa (13/6), sementara Norwegia akan menghadapi Irak di Grup I tiga hari kemudian. Dengan tensi yang memanas, kedua tim tetap harus fokus pada target masing-masing di Piala Dunia. Pertanyaannya, akankah insiden ini memengaruhi performa mereka di lapangan?



