Legenda PSM Makassar: Timnas Indonesia di Jalur Tepat Menuju Piala Dunia 2030
Baca dalam 60 detik
- Luciano Leandro memuji kemenangan 3-0 Indonesia atas Oman sebagai bukti kemajuan sepak bola nasional.
- Joey Pelupessy disebut sebagai motor permainan, sementara konsistensi menjadi kunci lolos ke Piala Dunia 2030.
- John Herdman diminta diberi waktu untuk membangun tim yang kompetitif di Asia.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
Legenda PSM Makassar, Luciano Leandro, menilai kemenangan telak 3-0 Timnas Indonesia atas Oman pada FIFA Matchday Juni 2026 menjadi sinyal positif bahwa Skuad Garuda berada di jalur yang benar untuk menembus Piala Dunia 2030. Menurutnya, performa impresif di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026), menunjukkan transformasi signifikan sepak bola Indonesia di level internasional.
Dalam laga tersebut, tiga gol Indonesia dicetak oleh Justin Hubner (12'), Ole Romeny (26'), dan Ragnar Oratmangoen (55'). Luciano, yang pernah membela Persija Jakarta, menyoroti perubahan wajah permainan tim asuhan John Herdman antara babak pertama dan kedua. "Pada babak pertama, organisasi dan disiplin. Pada babak kedua, intensitas, agresivitas, dan efisiensi," ujarnya kepada Bola.com, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Luciano, dominasi Indonesia sepanjang laga mencerminkan peningkatan kualitas yang konsisten. Ia menekankan bahwa hasil 3-0 bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari perubahan fundamental dalam pendekatan tim. "Hasil ini menegaskan perubahan sepak bola Indonesia di kancah internasional," tambah pelatih asal Brasil tersebut.
Secara individu, Luciano memberikan pujian khusus kepada Joey Pelupessy. Gelandang Lommel SK itu dinilai mampu mengatur ritme permainan dan menjadi penghubung antarlini. "Dia mengatur tempo permainan dengan sangat baik dan menjadi motor di lini tengah," kata Luciano. Peran Pelupessy dianggap krusial dalam menjaga keseimbangan tim, terutama saat menghadapi tekanan lawan.
Optimisme Luciano terhadap peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 didasari oleh konsistensi performa yang ditunjukkan. Namun, ia mengingatkan bahwa mempertahankan level permainan seperti saat melawan Oman adalah syarat mutlak. "Level ini yang perlu dipertahankan untuk masuk ke Piala Dunia berikutnya. Saya sangat yakin Indonesia ada di jalur yang benar," tegasnya.
Di sisi lain, Luciano meminta publik untuk bersabar terhadap proses yang dijalani John Herdman. Menurutnya, membangun tim yang kompetitif tidak bisa instan. "John Herdman tidak datang ke Indonesia untuk mengubah sepak bola dalam beberapa bulan. Tantangan utamanya adalah mengubah generasi berbakat menjadi tim yang konsisten, mampu bersaing dengan tim-tim top Asia," tutupnya.
Kemenangan atas Oman menjadi modal berharga bagi Indonesia dalam persiapan menuju Piala Dunia 2030. Dengan dukungan penuh dari pengamat dan publik, langkah Garuda menuju panggung dunia semakin terlihat nyata. Pertanyaannya, bisakah konsistensi ini dipertahankan dalam jangka panjang?



