Italia Juara Euro U17 Usai Kalahkan Belgia Lewat Adu Penalti
Baca dalam 60 detik
- Timnas Italia U17 menjuarai Kejuaraan Eropa untuk kedua kalinya setelah menaklukkan Belgia 5-4 dalam adu penalti.
- Kiper Christian Lupo menjadi pahlawan dengan penyelamatan krusial, termasuk satu penalti di babak tos-tosan.
- Gol penyeimbang Marcello Fugazzola di menit akhir memaksa laga berlanjut ke adu penalti, sebelum Diego Perillo memastikan kemenangan.

Timnas Italia U17 memastikan diri sebagai juara Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Belgia melalui adu penalti 5-4 dalam partai final yang berlangsung Minggu (7/6/2026). Kemenangan ini mengulang sukses mereka pada edisi 2024, sekaligus menegaskan dominasi Italia di level junior benua biru.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Belgia, yang tampil percaya diri, menciptakan peluang pertama melalui Jayden Onia Seke, namun sepakannya masih bisa digagalkan kiper Italia, Christian Lupo. Ilyas Benktit gagal memanfaatkan bola muntah. Italia membalas semenit kemudian lewat Lorenzo Dattilo, tetapi kiper Belgia Mattis Seghers melakukan penyelamatan gemilang. Hingga babak pertama usai, skor masih 0-0.
Memasuki babak kedua, Belgia meningkatkan tekanan. Lupo kembali menjadi tembok kokoh dengan menggagalkan peluang Onia Seke dan Dierckx. Italia nyaris memecah kebuntuan lewat Jacopo Landi yang masuk sebagai pemain pengganti, namun dua tembakannya masih melambung di atas mistar gawang.
Petaka bagi Italia datang pada menit ke-85. Noa Ojea Cobiella menusuk dari sisi kanan pertahanan Italia, melewati satu bek, dan melepaskan tembakan kaki samping yang bersarang di pojok gawang. Belgia unggul 1-0 dan seolah memastikan kemenangan.
Namun, drama terjadi di menit ke-90. Dierckx secara tidak sengaja menahan tembakan dengan tangan di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Marcello Fugazzola maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Seghers meski kiper Belgia sudah bergerak ke arah yang benar. Skor imbang 1-1 memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, Fugazzola kembali menjadi algojo pertama Italia dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Di sisi lain, Lupo, yang sudah menyelamatkan tiga penalti di semifinal melawan Spanyol, kembali menunjukkan ketajaman instingnya dengan menggagalkan tendangan Ojea Cobiella. Edoardo Dario Rocca gagal memanfaatkan peluang setelah sepakannya melebar. Belgia mendapat kesempatan emas, namun Tinus Moorthamer menghantam tiang pada penalti kelima. Diego Perillo, yang sebelumnya mencetak gol pembuka Italia di turnamen ini, maju sebagai penendang penentu dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Italia menang 5-4.
Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi pembinaan usia muda Italia. Dalam dua edisi terakhir, mereka selalu tampil di final dan berhasil merebut gelar. Bagi Belgia, kekalahan ini tentu pahit mengingat mereka tampil dominan sepanjang laga. Namun, pencapaian mereka sebagai runner-up tetap patut diapresiasi.
Bagi sepak bola Indonesia, keberhasilan Italia U17 bisa menjadi inspirasi. Pembinaan usia dini yang terstruktur dan kompetitif menjadi kunci lahirnya generasi emas. Pertanyaan selanjutnya, mampukah Indonesia meniru jejak Italia dalam membangun fondasi sepak bola junior yang kuat?



