Polri Gelar E-Sport Kapolri Cup 2026: Ajang Talenta Digital yang Sarat Pesan Edukasi
Baca dalam 60 detik
- Kepolisian RI resmi meluncurkan E-Sport Kapolri Cup 2026 sebagai wadah pengembangan bakat generasi muda di bidang game dan kreativitas digital.
- Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga menyisipkan edukasi anti-narkoba, anti-perundungan siber, dan keamanan data pribadi.
- Turnamen berjenjang dari tingkat Polres hingga pusat dijadwalkan bergulir pada Juli 2026, dengan kategori Mobile Legends, cosplay, dan lomba KOL.
Polri mengambil langkah strategis untuk mendekati generasi muda melalui dunia digital dengan meluncurkan E-Sport Kapolri Cup 2026, sebuah kompetisi e-sport berskala nasional yang resmi dibuka di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Ajang ini menjadi bukti bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir di ruang fisik, tetapi juga merambah ekosistem digital yang kini menjadi keseharian anak muda Indonesia.
Pembukaan turnamen tersebut dilakukan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Jhonny Eddizon Isir bersama Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adex Yudiswan. Acara ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan e-sport nasional dan komunitas digital, menandai sinergi antara aparat penegak hukum dengan industri kreatif digital yang tengah berkembang pesat.
Menurut Brigjen Pol. Adex Yudiswan yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana, kompetisi ini dirancang sebagai wadah positif bagi generasi muda untuk mengasah bakat dan kreativitas di era digital. “E-sport telah menjadi bagian dari perkembangan teknologi dan kreativitas anak muda yang perlu didukung secara konstruktif,” ujarnya. Lebih dari sekadar ajang adu skill, E-Sport Kapolri Cup 2026 juga mengusung misi edukatif yang kental.
Dalam setiap sesi kompetisi, peserta akan mendapatkan pesan-pesan penting terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan perundungan siber, serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Polri ingin memastikan bahwa ruang digital tidak hanya menjadi tempat berekspresi, tetapi juga ruang yang aman, sehat, dan produktif. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap maraknya kejahatan siber dan konten negatif yang mengincar kalangan muda.
Bagi Indonesia, industri e-sport telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Turnamen seperti ini tidak hanya berpotensi menjaring talenta-talenta terbaik yang mampu bersaing di kancah internasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sektor kreatif digital. Dengan menggandeng komunitas dan influencer, Polri turut berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan berdaya saing.
Kompetisi ini akan berlangsung secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda, hingga puncaknya di Markas Besar Polri pada Juli 2026. Kategori yang dipertandingkan meliputi Mobile Legends: Bang Bang, lomba defile dan cosplay, serta kompetisi Key Opinion Leader (KOL) dan influencer. Polri juga memperkenalkan logo dan tema resmi “Dream to Become” yang menggambarkan semangat generasi muda untuk berani bermimpi dan mewujudkan passion menjadi prestasi.
Kehadiran E-Sport Kapolri Cup 2026 menjadi sinyal bahwa institusi kepolisian terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pertanyaan selanjutnya, apakah ajang ini mampu menjadi katalis bagi lahirnya atlet e-sport profesional Indonesia yang disegani di tingkat global, atau hanya akan menjadi seremonial belaka? Waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, Polri telah memilih untuk berada di sisi anak muda, bukan sekadar mengawasi dari kejauhan.



