Veda Ega Pratama Tembus Q2 Moto3 Hungaria, Catat Waktu Kedua Tercepat
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama finis kedua dalam sesi latihan Moto3 Hungaria 2026, hanya terpaut 0,361 detik dari pemuncak.
- Hasil ini memastikan Veda lolos langsung ke Q2, menghindari sesi kualifikasi pertama yang lebih ketat.
- Pencapaian ini memperkuat posisi Indonesia di peta balap motor dunia, menambah optimisme untuk musim 2026.
Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama sukses mencuri perhatian pada sesi latihan Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Jumat (5/6/2026). Ia menempati posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 46,657 detik, hanya terpaut 0,361 detik dari pembalap CFMoto Aspar Team asal Spanyol, Maximo Quiles, yang menjadi yang tercepat. Hasil ini memastikan Veda langsung lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2) tanpa harus melalui Q1.
Pencapaian ini menjadi angin segar bagi skuat Honda Team Asia. Veda menunjukkan konsistensi di atas motor Honda, mengalahkan sejumlah pembalap berpengalaman seperti David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) yang finis ketiga dengan selisih 0,393 detik. Sesi latihan yang hanya berlangsung 40 menit itu menjadi penentu siapa saja yang berhak melaju ke Q2, dan Veda berhasil memanfaatkannya dengan sempurna.
Bagi penggemar balap motor Indonesia, prestasi ini bukan sekadar angka. Veda Ega Pratama, yang merupakan lulusan pembinaan Astra Honda Racing Team, terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak debutnya di ajang Grand Prix. Musim lalu ia beberapa kali finis di posisi 10 besar, dan kini ia mulai bersaing di barisan depan. Jika mampu mempertahankan performa ini di Q2 dan balapan utama, bukan tidak mungkin ia akan mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di kelas Moto3.
Konteks Indonesia: Prestasi Veda ini menjadi bukti bahwa program pengembangan pembalap muda di Tanah Air mulai membuahkan hasil. Dengan dukungan penuh dari Honda dan pemerintah melalui berbagai ajang balap nasional, Indonesia kini memiliki talenta yang mampu bersaing di level dunia. Namun, tantangan masih besar. Persaingan di Moto3 sangat ketat, dengan banyak pembalap muda berbakat dari Spanyol, Italia, dan negara Eropa lainnya. Veda perlu konsisten tidak hanya di satu seri, tetapi sepanjang musim.
Ke depan, semua mata akan tertuju pada sesi Q2 yang akan digelar Sabtu (6/6/2026). Jika Veda mampu mempertahankan momentumnya, ia berpeluang start di barisan depan dan merebut poin berharga. Pertanyaannya, bisakah ia mengulang performa seperti di sesi latihan saat tekanan balapan sesungguhnya?



