Patten-Heliovaara Melaju ke Final Prancis Terbuka, Siap Rebut Gelar Perdana di Tanah Liat
Baca dalam 60 detik
- Pasangan Inggris-Finlandia Henry Patten dan Harri Heliovaara memastikan tempat di final ganda putra Prancis Terbuka 2025 tanpa kehilangan satu set pun.
- Kemenangan ini sekaligus mengamankan posisi mereka sebagai pasangan nomor satu dunia, menambah daftar prestasi setelah juara Wimbledon 2024 dan Australia Terbuka 2025.
- Patten berpeluang menjadi petenis putra Inggris pertama yang menjuarai ganda Prancis Terbuka di era Open jika menang di final.

Henry Patten dan Harri Heliovaara melangkah ke final ganda putra Prancis Terbuka 2025 dengan performa sempurna, tanpa sekalipun kehilangan set sepanjang turnamen. Pasangan Inggris-Finlandia ini mengalahkan duet tuan rumah Quentin Halys dan Pierre-Hugues Herbert dengan skor 6-3, 6-4 di semifinal, Kamis (5/6), sekaligus memastikan tempat di partai puncak yang akan digelar Sabtu di Court Philippe Chatrier.
Kemenangan ini tidak hanya membawa mereka selangkah lagi meraih gelar Grand Slam ketiga bersama, tetapi juga menjamin posisi mereka sebagai pasangan nomor satu dunia dalam peringkat ATP. Patten, yang akan menjadi petenis putra Inggris pertama yang menjuarai ganda Prancis Terbuka di era Open jika menang, mengaku bangga dengan pencapaian tersebut. “Ini adalah segalanya bagi kami, hasil dari kerja keras yang kami lakukan,” ujarnya.
Di sisi lain, Heliovaara yang merayakan ulang tahun ke-37 pada hari pertandingan, menyebut momen tersebut sebagai “hari yang cukup baik”. “Tidak ada yang lebih baik dari merayakan ulang tahun dengan bermain tenis di lapangan favorit,” tambahnya.
Pasangan ini sebelumnya telah menjuarai Wimbledon 2024 dan Australia Terbuka 2025, menjadikan mereka salah satu duet paling konsisten di sirkuit. Kini, mereka mengejar gelar Grand Slam pertama di tanah liat, setelah sukses di rumput dan hard court. Prestasi ini tentu menarik perhatian penggemar tenis Indonesia, yang kerap menjadikan turnamen Grand Slam sebagai tolok ukur perkembangan olahraga ini di kawasan Asia.
Di nomor ganda campuran, unggulan pertama asal Italia, Sara Errani dan Andrea Vavassori, berhasil mempertahankan gelar juara Prancis Terbuka setelah mengalahkan pasangan Kanada-Amerika Serikat, Gabriela Dabrowski dan Evan King, dengan skor 4-6, 6-3, 10-4. Kemenangan ini menjadi gelar Grand Slam keempat bagi mereka.
Dengan performa impresif yang ditunjukkan Patten dan Heliovaara, pertanyaan besarnya adalah: akankah mereka mampu mempertahankan dominasi di final dan mencatatkan sejarah baru bagi tenis Inggris? Atau justru lawan yang lebih berpengalaman akan menjadi batu sandungan?



