Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Berlabuh ke Port FC Bersama Asnawi Mangkualam
Baca dalam 60 detik
- Bruno Moreira resmi bergabung dengan Port FC, runner-up Thai League, setelah meninggalkan Persebaya Surabaya.
- Ia akan bersatu kembali dengan Asnawi Mangkualam, mantan kapten Timnas Indonesia, di klub Thailand tersebut.
- Transfer ini menandai langkah baru bagi Bruno yang selama empat musim menjadi andalan Persebaya dengan 57 kontribusi gol.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518300/original/022329600_1772504953-bruno.jpg)
Bruno Moreira tak butuh waktu lama untuk menentukan pelabuhan baru setelah memutuskan hengkang dari Persebaya Surabaya. Winger asal Brasil itu resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Port FC, klub kasta tertinggi Liga Thailand yang musim lalu finis sebagai runner-up.
Pengumuman tersebut disampaikan Port FC melalui akun Instagram resminya, Rabu (3/6/2026) malam WIB. Dalam pernyataannya, klub yang bermarkas di Bangkok itu menyebut Bruno sebagai pemain asing pertama yang direkrut untuk menghadapi musim 2026/27. Proses kepindahan masih menunggu tes medis dan penandatanganan kontrak resmi.
Selama empat musim membela Persebaya (2021-2022 dan 2023-2026), pemain berusia 27 tahun itu mencatatkan 119 penampilan di semua kompetisi dengan sumbangan 39 gol dan 18 assist. Port FC bahkan menyebutnya sebagai pemain asing dengan kontribusi gol terbanyak dalam sejarah klub, yakni 57 gol (gol plus assist). Tak hanya itu, Bruno juga dipercaya menjadi kapten tim.
Kepindahan Bruno ke Port FC juga mempertemukannya kembali dengan mantan kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, yang telah membela klub tersebut sejak Januari 2024. Kehadiran dua pemain Indonesia ini diharapkan memperkuat lini serang Port FC yang musim lalu nyaris merebut gelar juara Thai League.
Bagi Persebaya, kehilangan Bruno tentu menjadi pukulan berat. Selama empat tahun, ia menjadi motor serangan dan pemimpin di lapangan. Namun, keputusan Bruno untuk bermain di luar Indonesia menunjukkan ambisinya untuk menguji kemampuan di level yang lebih tinggi. Port FC sendiri merupakan klub yang dimiliki oleh Nualphan Lamsam, Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), sehingga memiliki ambisi besar untuk bersaing di kancah Asia.
Transfer ini juga menjadi sorotan bagi pengamat sepak bola Indonesia. Menurut analis sepak bola, langkah Bruno mengikuti jejak Asnawi membuka peluang lebih luas bagi pemain Indonesia untuk berkarier di Thailand. "Liga Thailand kini semakin kompetitif dan menjadi alternatif menarik bagi pemain Indonesia yang ingin mencari pengalaman internasional," ujar seorang pengamat.
Dengan nomor punggung 11 yang akan dikenakan Bruno, Port FC berharap ia bisa langsung beradaptasi dan menjadi andalan di musim depan. Pertanyaan besarnya, mampukah Bruno dan Asnawi membawa Port FC merebut gelar juara Thai League yang musim lalu lepas dari tangan mereka?



