Aljazair Perpanjang Kontrak Pelatih Petkovic Hingga 2028: Bukti Kepercayaan Penuh Jelang Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Federasi Sepak Bola Aljazair memperpanjang kontrak Vladimir Petkovic hingga 2028, menandai kepercayaan penuh pada sang pelatih asal Bosnia.
- Di bawah Petkovic, Aljazair bangkit dari keterpurukan: lolos Piala Dunia 2026 setelah absen dua edisi, dan naik ke peringkat 28 FIFA.
- Keputusan ini diambil jelang laga perdana Grup J Piala Dunia melawan Argentina, menunjukkan stabilitas jangka panjang tim.
Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) mengambil langkah berani dengan memperpanjang kontrak pelatih kepala Vladimir Petkovic dan staf teknisnya hingga 2028, hanya beberapa hari sebelum tim memulai petualangan di Piala Dunia 2026. Keputusan ini mengirim sinyal kuat bahwa federasi percaya penuh pada proyek jangka panjang yang dibangun oleh pelatih asal Bosnia tersebut, yang kontrak lamanya seharusnya berakhir segera setelah turnamen di Amerika Utara.
Sejak mengambil alih kursi pelatih pada Februari 2024, Petkovic berhasil membalikkan nasib Aljazair yang sempat terpuruk. Catatan 21 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan dalam 28 pertandingan menjadi bukti nyata transformasi ini. Yang paling krusial, ia sukses membawa Aljazair lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tim absen pada edisi 2018 dan 2022โsebuah pencapaian yang memulihkan harga diri sepak bola Aljazair di kancah global.
Performa Aljazair juga meningkat di level Afrika. Setelah tersingkir di fase grup pada Piala Afrika 2021 dan 2023, Petkovic memimpin tim hingga perempat final edisi 2025. Peringkat FIFA Aljazair pun meroket dari posisi 43 ke 28 dunia, dan dari peringkat 7 ke 4 di Afrika. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perpanjangan kontrak bukanlah keputusan impulsif, melainkan apresiasi atas kerja keras yang terukur.
Bagi Aljazair, stabilitas kepelatihan menjadi aset berharga. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia yang sering memicu pergantian pelatih, FAF justru memilih mengamankan masa depan. Petkovic dianggap mampu membangun fondasi yang kokoh, tidak hanya untuk turnamen mendatang tetapi juga untuk regenerasi pemain. Langkah ini juga menjadi pembeda dengan rival-rival Afrika yang kerap berganti pelatih secara mendadak.
Aljazair tergabung di Grup J Piala Dunia 2026 bersama Argentina, Yordania, dan Austria. Laga perdana melawan Argentina pada 17 Juni akan menjadi ujian berat, namun dengan kontrak baru di tangan, Petkovic memiliki keleluasaan untuk menerapkan strategi jangka panjang tanpa tekanan sesaat. Pertandingan melawan Yordania dan Austria juga akan menentukan langkah mereka ke fase gugur.
Keputusan FAF ini layak menjadi perhatian bagi pengamat sepak bola Indonesia. Di tengah upaya PSSI membangun stabilitas tim nasional, kasus Aljazair menunjukkan bahwa kepercayaan jangka panjang kepada pelatih bisa membawa hasil nyataโasalkan ada rekam jejak yang jelas dan perbaikan performa yang terukur. Bagi Indonesia yang tengah merintis jalan menuju Piala Dunia, konsistensi kepelatihan seperti yang ditunjukkan Petkovic bisa menjadi pelajaran berharga.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Petkovic mampu mempertahankan momentum di Piala Dunia 2026 dan membawa Aljazair lebih jauh. Dengan kontrak hingga 2028, ia memiliki waktu untuk membangun warisan. Namun, tekanan akan tetap ada, terutama jika hasil di Amerika Utara tidak sesuai harapan. Akankah FAF tetap setia pada proyek jangka panjangnya, atau justru akan menyesali keputusan ini?



