Perez Janjikan Mourinho ke Madrid Lagi Jika Menang Pilpres Klub
Baca dalam 60 detik
- Florentino Perez mengonfirmasi Jose Mourinho akan kembali menukangi Real Madrid jika ia memenangi pemilihan presiden klub pada Minggu (6/6).
- Janji itu muncul setelah musim buruk Madrid tanpa trofi besar, sementara Barcelona sukses mempertahankan gelar LaLiga.
- Langkah ini dinilai sebagai upaya Perez mengembalikan disiplin dan ketajaman ke skuad yang dihuni Mbappe, Vinicius Jr, dan Bellingham.
Florentino Perez memastikan Jose Mourinho akan kembali ke kursi pelatih Real Madrid jika dirinya memenangi pemilihan presiden klub yang digelar Minggu (6/6). Pengumuman itu disampaikan melalui media sosial dengan video singkat yang menampilkan Mourinho mengucapkan satu kata: "Ya!"
Perez, yang telah memimpin Madrid selama dua dekade, kini menghadapi tantangan dari pengusaha energi terbarukan Enrique Riquelme. Ini adalah pemilihan pertama yang benar-benar kompetitif dalam 20 tahun terakhir. Video kampanye tersebut menggunakan slogan "So MOUch history to be made", merujuk pada pelatih asal Portugal yang pernah membawa Madrid meraih rekor poin LaLiga pada 2012.
Keputusan Perez mengusung Mourinho tak lepas dari hasil buruk Madrid musim lalu. Barcelona sukses mempertahankan gelar juara LaLiga, sementara Madrid—meski berstatus juara Liga Champions 15 kali—tersingkir di perempat final dua musim beruntun. Absennya trofi besar menjadi alasan Perez memajukan pemilihan.
Di sisi lain, Riquelme memanfaatkan momen yang sama untuk membeberkan rencananya. Dalam wawancara di program televisi Spanyol El Hormiguero, ia menyebut gelandang Manchester City dan kapten Spanyol, Rodri, sebagai rekrutan pertamanya jika terpilih. Ia juga mengincar striker City, Erling Haaland, dan menunjuk legenda Madrid, Raul Gonzalez, sebagai direktur olahraga.
Karier Mourinho sejak meninggalkan Chelsea memang tak segemilang dulu. Ia memenangi Piala Liga dan Liga Europa bersama Manchester United, serta Liga Konferensi bersama AS Roma. Setelah itu, ia menangani Tottenham Hotspur, Fenerbahce, dan Benfica—klub yang disebutnya sempat menawarkan perpanjangan kontrak. Meski banyak pengamat menilai gaya pragmatis Mourinho sudah ketinggalan zaman, Perez tetap percaya dirinya mampu mengembalikan disiplin dan ketajaman ke skuad yang kini dihuni Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga ini mengingatkan pada era kejayaan Mourinho di Eropa. Namun, di tengah dominasi gaya bermain modern yang lebih fleksibel, kembalinya Mourinho ke Madrid bisa menjadi ujian apakah pendekatan lamanya masih relevan. Jika terwujud, laga El Clasico musim depan akan semakin menarik, apalagi dengan potensi kehadiran Rodri atau Haaland di kubu lawan.
Pertanyaan besarnya: akankah Perez mempertahankan kursi kepresidenan dan mewujudkan janjinya, atau justru Riquelme yang akan membawa era baru dengan merekrut bintang-bintang Manchester City? Jawabannya akan diketahui dalam hitungan hari.



