Perez Janjikan Rekrutan Termahal Real Madrid Jika Kembali Jadi Presiden
Baca dalam 60 detik
- Florentino Perez mengumumkan rencana pembelian pemain bintang senilai 150 juta euro jika terpilih kembali sebagai presiden Real Madrid pada Minggu ini.
- Perez menepis rumor pembelian Harry Kane, Jeremy Doku, atau Erling Haaland, dan menyebut targetnya berasal dari klub non-Premier League.
- Kemenangan Perez juga akan mengaktifkan kesepakatan untuk pelatih Jose Mourinho serta pemain bertahan Denzel Dumfries dan Ibrahima Konate.

Florentino Perez, calon presiden Real Madrid yang tengah berupaya mempertahankan kursinya, menjanjikan rekrutan termahal dalam sejarah klub jika kembali memenangkan pemilihan pada Minggu ini. Dalam sebuah pernyataan yang mengingatkan era Galacticos, Perez menyebut akan menggelontorkan dana sekitar 150 juta euro—setara Rp2,5 triliun—untuk mendatangkan seorang pemain serang kelas dunia.
Pria berusia 79 tahun itu mengungkapkan rencana tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Spanyol, Horizonte. Ia mengaku akan mengajukan tawaran kepada klub besar Eropa pada awal pekan depan, tepat setelah pemilihan presiden. Namun, Perez enggan menyebut nama target, hanya memastikan bahwa pemain incarannya bukanlah Harry Kane, Jeremy Doku, atau Michel Olise. Ia juga menegaskan bahwa pemain tersebut tidak berasal dari Premier League dan bukan Erling Haaland—yang sebelumnya dijanjikan oleh lawannya, Enrique Riquelme.
Janji transfer besar ini menjadi strategi Perez untuk merebut hati sekitar 100 ribu anggota Real Madrid yang akan memberikan suara. Klub yang sepenuhnya dimiliki oleh anggota ini tengah dilanda krisis prestasi: dua musim beruntun tanpa trofi besar, tertinggal delapan poin dari Barcelona di La Liga. Musim lalu, Perez bahkan menggelar konferensi pers yang diwarnai kritik terhadap musuh-musuh klub dan tantangan terbuka bagi siapa pun yang tidak puas dengan kepemimpinannya. Tantangan itu dijawab oleh Riquelme, seorang pengusaha energi terbarukan, yang mencalonkan diri dan memaksa Perez bersaing untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.
Selain transfer pemain, Perez juga mengingatkan bahwa kemenangannya akan mengaktifkan kesepakatan yang sudah disepakati sebelumnya: pelatih Jose Mourinho, bek Inter Milan Denzel Dumfries, dan Ibrahima Konate yang kontraknya di Liverpool tidak diperpanjang. Langkah ini menunjukkan bahwa Perez tidak hanya mengandalkan gebrakan transfer, tetapi juga perombakan tim secara menyeluruh untuk mengembalikan kejayaan Los Blancos.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena Real Madrid memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Jika Perez terpilih dan merealisasikan janjinya, klub akan kembali ke strategi belanja besar yang pernah melahirkan era Galacticos. Namun, tantangan finansial dan regulasi keuangan UEFA tetap menjadi penghalang. Pertanyaan besarnya: mampukah Perez memenuhi janji tersebut di tengah tekanan dari lawan politik dan kondisi keuangan klub yang belum sepenuhnya pulih pasca-pandemi?
Pemilihan presiden Real Madrid pada Minggu ini bukan sekadar kontes internal, melainkan penentu arah kebijakan transfer klub untuk beberapa musim ke depan. Jika Perez kalah, Riquelme berjanji mendatangkan Haaland—sebuah janji yang telah memicu ancaman hukum dari Manchester City. Namun, dengan rekam jejak Perez yang gemilang di masa lalu, termasuk membawa pulang Zidane, Beckham, dan Ronaldo, banyak pihak yakin ia masih menjadi favorit. Akankah janji transfer 150 juta euro cukup untuk mengamankan kursi kepresidenan? Atau justru menjadi bumerang jika tidak terealisasi?



