Kampanye Gila Calon Presiden Real Madrid: Gebrakan Janji Rekrut Haaland Picu Ancaman Hukum City
Baca dalam 60 detik
- Calon presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, memicu kontroversi dengan memajang kaus Haaland di televisi dan berjanji merekrutnya jika menang pemilu.
- Manchester City bereaksi keras dengan mempertimbangkan langkah hukum atas penggunaan gambar pemain tanpa izin, sementara agen Haaland menyebut klaim itu tidak benar.
- Pemilu Real Madrid pada 7 Juni mendatang menjadi ajang pertarungan sengit antara Riquelme yang populis dan petahana Florentino Perez yang diunggulkan.

Manchester City tengah mempertimbangkan langkah hukum setelah calon presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, secara terbuka memamerkan kaus bergambar Erling Haaland dan berjanji akan mendatangkannya jika terpilih. Tindakan yang disiarkan langsung di televisi Spanyol itu langsung menuai bantahan keras dari kubu City dan kubu sang pemain.
Riquelme, seorang pengusaha energi terbarukan berusia 37 tahun, menantang petahana Florentino Perez dalam pemilihan presiden yang akan digelar pada 7 Juni mendatang. Dalam penampilannya di acara "El Hormiguero", ia mengenakan kaus putih Real Madrid dengan nama Haaland di punggung, seraya menyatakan bahwa sang striker memiliki klausul rilis dan ingin bergabung dengan Los Blancos. Tak hanya Haaland, ia juga berjanji merekrut gelandang City, Rodri.
Klaim itu segera dibantah oleh ayah Haaland, Alfie Inge, dan agennya, Rafaela Pimenta, dalam pernyataan bersama. "Semua ini sangat menghibur, tapi tidak benar. Kami mendoakan yang terbaik bagi kedua kandidat dalam pemilihan Real Madrid," tulis mereka. Manchester City pun tak tinggal diam. Dalam pernyataan resmi, klub asal Manchester itu menegaskan bahwa cerita dari Spanyol tersebut tidak berdasar dan tidak ada klausul kontrak yang memungkinkan transfer. "Kami sedang mempertimbangkan tindakan hukum atas penggunaan gambar pemain kami dalam konteks ini," bunyi pernyataan City.
Pemilihan presiden Real Madrid tahun ini menjadi yang pertama dalam 20 tahun terakhir di mana Perez tidak melaju tanpa lawan. Dua musim tanpa trofi mayor membuat kursi kepresidenan goyah. Riquelme, yang masuk daftar 100 orang Spanyol paling kreatif versi Forbes pada 2020, mengusung kampanye populis dengan janji-janji besar. Ia berencana membangun "kota anggota" di sekitar pusat latihan yang dilengkapi kolam renang, lapangan padel, dan arena basket. Ia juga berjanji memotong setengah biaya keanggotaan tahunan jika tim gagal memenangi Liga Champions musim depan.
Di sisi lain, Perez yang berusia 79 tahun tetap diunggulkan. Ia mengklaim telah mengidentifikasi masalah tim, termasuk jadwal padat akibat Piala Dunia Antarklub yang menyebabkan hampir 30 cedera di paruh pertama musim. Perez juga berjanji merekrut Ibrahima Konate dan Denzel Dumfries, dengan kesepakatan yang sudah disetujui. Namun, keputusannya menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih mendapat tentangan dari Riquelme, yang justru mengincar Jurgen Klopp.
Kampanye kedua kubu diwarnai saling ejek. Tim Perez bahkan membeli slot iklan selama penampilan Riquelme di televisi untuk mengumumkan Mourinho sebagai pelatih baru dan menyerukan dukungan. Sekitar 100.000 anggota Real Madrid berhak memilih, dengan iuran tahunan sekitar Β£130 per orang, menghasilkan pendapatan sekitar Β£10 juta bagi klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena Haaland dan Rodri adalah pemain kunci yang kerap menjadi idola di Tanah Air. Jika Riquelme menang, bukan tidak mungkin skenario transfer besar-besaran ala era Galactico terulang. Namun, langkah City yang siap membawa kasus ini ke ranah hukum menunjukkan bahwa klub-klub modern tak segan melindungi aset mereka dari gimik politik.
Legenda klub seperti Iker Casillas dan Fernando Hierro mendukung Riquelme, sementara Karim Benzema, Casemiro, dan Roberto Carlos berada di kubu Perez. Pertanyaannya, akankah janji-janji populis Riquelme cukup untuk menggeser penguasa lama yang telah membawa Real Madrid meraih banyak gelar? Atau justru langkah kontroversialnya akan menjadi bumerang?



