Dua Ancaman Berat bagi Dimas Adi Prasetyo dalam Perburuan Top Skor Piala AFF U-19 2026
Baca dalam 60 detik
- Dimas Adi Prasetyo mencetak dua gol dalam waktu kurang dari 10 menit pada debutnya di Piala AFF U-19 2026, namun persaingan top skor masih terbuka lebar.
- Hoang Cong Au (Vietnam) dan Pattaratron Buransuk (Thailand) masing-masing sudah mengoleksi hattrick, menjadikan mereka pesaing utama bagi striker Indonesia.
- Siwakorn Ponsan, pemain BG Pathum United yang berpengalaman di level klub, juga diprediksi menjadi kandidat kuat pencetak gol terbanyak.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5522222/original/041796300_1772728586-IMG-20260305-WA0072.jpg)
Penyerang Timnas Indonesia U-19, Dimas Adi Prasetyo, harus bersaing dengan setidaknya tiga pemain tajam dari Vietnam dan Thailand jika ingin mengamankan gelar pencetak gol terbanyak Piala AFF U-19 2026. Meski baru tampil sebagai pemain pengganti, Dimas langsung menunjukkan ketajamannya dengan dua gol cepat ke gawang Myanmar.
Dalam laga perdana Grup A, Dimas yang membela PSM Makassar U-20 hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit—tepatnya pada menit ke-78 dan 87—untuk membawa Indonesia menang 3-0. Catatan impresif ini langsung menempatkannya dalam perburuan top skor, namun ia belum sendirian di puncak.
Hoang Cong Au, winger Vietnam U-19 asal Viettel Youth, menjadi ancaman pertama. Pemain berusia 18 tahun itu mencetak hattrick saat Vietnam menghancurkan Timor Leste dengan gol pada menit ke-2, 83, dan 90+1. Tiga gol tersebut membuatnya memuncaki daftar sementara pencetak gol terbanyak, sekaligus menegaskan bahwa lini depan Vietnam patut diwaspadai.
Dari Grup B, Pattaratron Buransuk, winger Thailand U-19 asal Nongbua FC, juga menunjukkan ketajaman luar biasa. Ia mencetak hattrick dalam kemenangan telak 9-0 atas Brunei Darussalam, dengan gol pada menit ke-24, 26, dan 36. Meski lawan yang dihadapi relatif lemah, konsistensi Pattaratron tetap menjadi sinyal bahaya bagi pesaingnya.
Selain dua nama di atas, Thailand masih memiliki senjata lain: Siwakorn Ponsan. Striker berusia 18 tahun yang memperkuat BG Pathum United ini sudah mencetak dua gol saat melawan Timor Leste. Pengalamannya bermain di Thai League 1, ASEAN Club Championship, dan AFC Champions League Two membuatnya lebih matang dibanding pemain seusianya. Siwakorn diprediksi akan menjadi kandidat kuat top skor jika terus diberi kesempatan.
Persaingan di Grup C—yang dihuni Australia, Kamboja, dan Filipina—juga berpotensi melahirkan pesaing baru. Namun, hingga laga kedua bergulir, tiga nama dari Vietnam dan Thailand menjadi ancaman terbesar bagi Dimas Adi Prasetyo. Publik Indonesia tentu berharap Dimas bisa mempertahankan ketajamannya, meski harus diakui bahwa lawan-lawan berikutnya akan lebih berat.
Dengan masih banyaknya pertandingan tersisa, perburuan gelar top skor Piala AFF U-19 2026 masih sangat terbuka. Akankah Dimas mampu mengatasi tekanan dan membawa pulang sepatu emas, atau justru pesaing dari Vietnam dan Thailand yang akan unggul?



