69 Anak Berkebutuhan Khusus Terancam Kehilangan Tempat Tinggal, Yayasan di Malaysia Minta Bantuan
Baca dalam 60 detik
- Persatuan Kebajikan Sayap Kasih Malaysia harus mencari tempat baru bagi 69 anak berkebutuhan khusus setelah tempat tinggal mereka di Jalan Gasing, Petaling Jaya, dijual pemilik.
- Yayasan yang beroperasi sejak 2012 ini mengaku butuh dana darurat untuk relokasi, termasuk mempertahankan rutinitas dan rasa aman anak-anak.
- Donasi dapat disalurkan melalui rekening Ambank atau menghubungi pekerja sosial Susan Ng untuk koordinasi bantuan.

Sebanyak 69 anak berkebutuhan khusus yang selama bertahun-tahun tinggal di sebuah panti asuhan di Petaling Jaya, Malaysia, kini menghadapi ketidakpastian setelah pemilik bangunan menjual properti tersebut. Persatuan Kebajikan Sayap Kasih Malaysia, lembaga nirlaba yang merawat mereka, harus mencari tempat baru sebelum 1 September mendatang.
Yayasan yang berlokasi di Jalan Gasing sejak 2012 ini mengaku belum memiliki tempat pengganti yang layak. βIni bukan sekadar rumah; ini adalah tempat di mana 69 anak istimewa telah lama tinggal, tempat di mana melalui perawatan, kebersamaan, dan stabilitas, mereka perlahan membangun apa yang mereka sebut rumah,β ujar Susan Ng, pengasuh di organisasi tersebut. Ia menambahkan bahwa kabar harus pindah pada akhir Agustus datang mendadak setelah pemilik menjual properti.
Untuk menghadapi situasi darurat ini, yayasan telah membuka dana relokasi khusus. βKami berharap mendapat dukungan dari masyarakat. Publik selalu banyak membantu di masa lalu, dan kami meminta bantuan lagi kali ini,β kata Susan. Ia juga menyampaikan terima kasih di muka kepada para donatur.
Menurut Susan, relokasi bukan sekadar memindahkan tempat tidur, meja, kursi, kursi roda, dan perlengkapan sehari-hari. βKami juga berusaha keras mempertahankan rutinitas anak-anak yang sudah mereka kenal, perawatan harian, kebersamaan satu sama lain, dan rasa aman yang paling mendasar dalam hidup,β jelasnya. Oleh karena itu, yayasan membutuhkan tempat yang benar-benar sesuai, bukan sekadar bangunan kosong.
Di Indonesia, kasus serupa kerap terjadi pada panti asuhan dan lembaga sosial yang bergantung pada sewa properti. Minimnya regulasi perlindungan bagi lembaga sosial yang menyewa kerap membuat mereka rentan terhadap penggusuran mendadak. Para pengamat sosial menilai pemerintah perlu menyediakan skema perumahan khusus bagi lembaga nonprofit yang merawat kelompok rentan, agar anak-anak tidak kehilangan tempat tinggal secara tiba-tiba.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan ke rekening Ambank 8881060991545 dengan referensi βNo. 76β. Bukti transfer harap dikirim ke email [email protected] atau melalui WhatsApp ke Susan Ng di 014-3323960 untuk pencatatan dan penerbitan resi resmi. Pertanyaan besar yang kini menggantung: akankah kepedulian publik cukup cepat untuk menyelamatkan rumah bagi 69 anak istimewa ini?



