Gempa M5,6 Guncang Banggai, Warga Luwuk Rasakan Guncangan Kuat
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi magnitudo 5,6 terjadi di laut utara Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat pagi, tanpa potensi tsunami.
- Guncangan dirasakan hingga skala III-IV MMI di Luwuk dan Bone Bolango, setara getaran yang terasa oleh banyak orang.
- BMKG memastikan belum ada gempa susulan dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta waspada.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah perairan utara Banggai, Sulawesi Tengah, pada Jumat (5/6) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun guncangannya terasa cukup kuat di sejumlah daerah.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 06.28 WIB dengan episentrum di laut, sekitar 72 kilometer timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah. Hiposentrum gempa berada pada kedalaman 99 kilometer, sehingga dikategorikan sebagai gempa menengah. Penyebabnya adalah deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan gempa dilaporkan terasa di beberapa wilayah, terutama di Luwuk dan Bone Bolango dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari, bahkan dapat menyebabkan benda-benda ringan bergoyang. Di Gorontalo, getaran mencapai skala III MMI, sementara di Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara tercatat skala II-III MMI. Wilayah Taliabu merasakan getaran dengan skala II MMI.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. "Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4," ujarnya dalam keterangan resmi. Ia juga menambahkan bahwa hingga pukul 06.50 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).
Gempa ini menjadi pengingat akan aktivitas seismik yang tinggi di Sulawesi Tengah, yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan berarti, guncangan yang dirasakan cukup luas menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempa bumi. BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.
Ke depan, pemantauan aktivitas seismik di wilayah ini akan terus dilakukan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah gempa ini merupakan bagian dari siklus seismik yang lebih besar di kawasan tersebut, atau hanya aktivitas normal dari subduksi Lempeng Laut Sulawesi. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.



