Rating Siaran Timnas U-19 Tembus 38,3%, Bukti Publik Haus Sepak Bola Muda
Baca dalam 60 detik
- Laga perdana Indonesia U-19 vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026 mencatat rating gabungan 8,6 dan share 38,3% di Indosiar dan SCTV.
- Angka tersebut menunjukkan hampir 40% pemirsa televisi Indonesia pada jam tayang utama menyaksikan pertandingan tersebut.
- Kemenangan 3-0 atas Myanmar membawa Indonesia bersaing ketat dengan Vietnam di puncak klasemen Grup A.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591053/original/027682300_1780373467-Media_2.jpg)
Antusiasme publik terhadap sepak bola usia muda Indonesia mencapai puncak baru. Laga perdana Timnas Indonesia U-19 melawan Myanmar di Piala AFF U-19 2026, Senin (1/6/2026) malam, berhasil menyedot perhatian hampir separuh pemirsa televisi nasional. Data rating yang dirilis menunjukkan akumulasi angka fantastis: 8,6 dengan pangsa pemirsa (share) mencapai 38,3%.
Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, itu disiarkan secara bersamaan oleh dua stasiun televisi swasta, Indosiar dan SCTV. Masing-masing mencatat rating 4,3 (share 19,2%) dan 4,2 (share 19,1%). Angka ini menjadi indikator kuat bahwa sepak bola kelompok umur tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat Indonesia.
Di dalam lapangan, Garuda Muda tampil meyakinkan. Tiga gol tanpa balas dicetak oleh Arkhan Kaka pada menit ke-38 dan Dimas Adi yang mencetak dua gol di menit ke-79 serta 87. Hasil ini membawa Indonesia untuk sementara menempel ketat Vietnam di puncak klasemen Grup A. Pelatih Nova Arianto menegaskan bahwa timnya tidak ingin terbebani status juara bertahan, mengingat Indonesia sukses meraih gelar pada edisi 2025 di bawah asuhan Indra Sjafri.
Fenomena rating tinggi ini tidak lepas dari dukungan langsung yang terlihat di stadion. Belasan ribu suporter memadati tribun, menciptakan atmosfer yang menurut Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, luar biasa. “Atmosfernya luar biasa. Antusias masyarakat kita juga sangat luar biasa. Menurut saya, itu menjadi nilai tambah untuk membakar semangat Garuda Muda,” ujarnya saat menyaksikan laga.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi sepak bola Indonesia. Publik tidak hanya menunggu prestasi tim senior, tetapi juga mulai memberikan perhatian serius pada pembinaan usia muda. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Piala AFF U-19 edisi mendatang akan semakin kompetitif dan diminati, baik dari sisi tontonan maupun prestasi. Pertanyaannya, mampukah Garuda Muda mempertahankan performa ini hingga akhir turnamen?



