Topan Jangmi Hantam Jepang: 16 Luka, 48.000 Rumah Gelap, Penerbangan Lumpuh
Baca dalam 60 detik
- Topan Jangmi menerjang Okinawa dan Kyushu, menyebabkan 16 korban luka dan 48.000 rumah padam listrik.
- Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan banjir level 4 di Miyazaki, dengan curah hujan lebih dari 300 mm dalam 24 jam.
- Lebih dari 580 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan, berdampak pada sekitar 80.000 penumpang.

Topan Jangmi, siklon tropis keenam yang melanda Jepang musim ini, menerjang wilayah selatan Kyushu pada Selasa (2/6) setelah sebelumnya menghantam Okinawa. Badai ini memicu peringatan evakuasi massal di sejumlah daerah rawan longsor dan banjir, serta melumpuhkan transportasi udara di sebagian besar wilayah barat dan timur Jepang.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan bahaya banjir level 4—peringkat tertinggi kedua—untuk sungai-sungai di Nichinan, Prefektur Miyazaki. Warga di area berbahaya diminta segera mengungsi. Curah hujan ekstrem tercatat di Miyazaki dan Kagoshima, dengan Miyazaki city mencatat lebih dari 300 milimeter dalam 24 jam. JMA juga memperingatkan risiko tanah longsor dan banjir di dataran rendah akibat potensi sabuk hujan linier di wilayah Kyushu selatan, Shikoku, Kinki, dan Tokai.
Dampak topan ini tidak hanya dirasakan di sektor transportasi dan infrastruktur, tetapi juga menguji kesiapsiagaan bencana Jepang. Jepang, yang terletak di Cincin Api Pasifik, kerap dilanda topan dan gempa bumi. Namun, intensitas topan yang semakin ekstrem dalam beberapa tahun terakhir dikaitkan dengan perubahan iklim global. Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem peringatan dini dan mitigasi bencana hidrometeorologi, mengingat posisi geografis Indonesia yang juga rawan bencana serupa.
Chief Cabinet Secretary Minoru Kihara mengonfirmasi bahwa sekitar 48.000 rumah tangga di Kagoshima dan Okinawa masih tanpa aliran listrik hingga Selasa pagi. Sementara itu, maskapai penerbangan utama Jepang, Japan Airlines dan All Nippon Airways, membatalkan lebih dari 580 penerbangan domestik dan internasional pada Rabu (3/6), mempengaruhi sekitar 80.000 penumpang. Pihak maskapai terus memantau perkembangan cuaca untuk menentukan jadwal penerbangan selanjutnya.
Pada pukul 19.00 waktu setempat, pusat topan Jangmi berada sekitar 80 kilometer di timur-tenggara Miyazaki, bergerak ke timur laut dengan kecepatan 40 kilometer per jam dan kecepatan angin maksimum 126 kilometer per jam. JMA memperkirakan topan akan terus bergerak ke arah timur laut menuju Samudra Pasifik, namun dampak sisa seperti hujan deras dan angin kencang masih mungkin terjadi di wilayah pesisir. Pertanyaan yang mengemuka: apakah infrastruktur dan sistem evakuasi Jepang mampu menghadapi topan yang semakin sering dan kuat akibat perubahan iklim?



