Leeds Segera Lepas Lucas Perri, James Trafford Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Torino telah mencapai kesepakatan pinjam dengan opsi beli untuk kiper Leeds Lucas Perri, namun transfer itu tertunda hingga Leeds mendatangkan pengganti.
- Leeds memprioritaskan merekrut James Trafford dari Manchester City setelah kiper Inggris itu gagal bersaing di Etihad dan butuh menit bermain reguler.
- Persentase penyelamatan Perri yang hanya 56,7% musim lalu menjadi alasan utama ia didepak, sementara Trafford dipuji sebagai kiper kelas dunia oleh mantan pelatihnya.

Klub Championship Leeds United bersiap melepas kiper Brasil Lucas Perri setelah hanya semusim mengorbitkannya, menyusul kegagalannya memenuhi ekspektasi di bawah mistar gawang. Torino dikabarkan telah menyetujui kesepakatan pinjaman dengan opsi beli, tetapi langkah itu masih tertahan karena Leeds belum menuntaskan perburuan kiper anyar.
Perri, yang didatangkan dengan harapan besar, justru mencatat statistik memprihatinkan musim lalu. Persentase penyelamatan (save percentage) kiper berusia 27 tahun itu hanya 56,7%—jauh di bawah rata-rata kiper utama Championship. Angka itu membuatnya terlempar dari 20 besar kiper terbaik liga, sementara Karl Darlow yang telah berusia 35 tahun justru duduk di peringkat keenam. Tak heran, manajer Daniel Farke lebih memilih Darlow sebagai pilihan utama di paruh kedua musim.
Kepergian Ilan Meslier ke Arsenal dan kontroversi transfer Darlow ke Manchester United membuat lini belakang Leeds semakin krisis. Kini, klub asal Yorkshire itu harus berbenah total di sektor kiper. Menurut laporan Tuttomercatoweb dan Sport Witness, Torino telah mencapai kata sepakat dengan Perri soal gaji dan masa bakti. Namun, Leeds menahan pelepasan Perri hingga mereka sukses mengamankan tanda tangan James Trafford dari Manchester City.
Pemburuan Trafford menjadi prioritas utama Leeds. Klub berjuluk The Whites itu dikabarkan telah mengajukan tawaran resmi kepada Manchester City dan unggul dalam persaingan melawan Newcastle United. Keputusan Trafford untuk pindah ke Championship dinilai sebagai langkah berani demi mendapatkan tempat utama yang hilang di Etihad. Mantan pelatih Burnley, Scott Parker, pernah memuji kematangan Trafford:
“Dia adalah kiper kelas dunia. Tidak ada keraguan tentang itu. Saya melihatnya berkembang menjadi pribadi yang dewasa.”
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena Championship merupakan salah satu liga asing yang paling banyak diikuti. Kehadiran kiper Inggris potensial seperti Trafford di Leeds bisa menjadi tontonan menarik dan sekaligus pembelajaran bagi regenerasi kiper Tanah Air yang masih mencari figur panutan. Selain itu, kebijakan Leeds yang tegas memotong kerugian dengan cepat—melepas Perri hanya setelah satu musim—menunjukkan bahwa klub tersebut serius membangun kembali fondasi tim.
Jika Trafford benar-benar mendarat di Elland Road, ia akan menjadi solusi jangka panjang yang dinanti-nantikan. Namun, hingga bursa transfer ditutup, segalanya masih bisa berubah—terutama jika Newcastle atau klub Premier League lain ikut cawe-cawe. Leeds harus bergerak cepat, karena setiap keterlambatan bisa membuat Perri terjebak dalam situasi pelik tanpa tempat bermain.



