AMD Radeon RX 9070 GRE Siap Meluncur Global Juli 2026: Harga dan Spesifikasi Terungkap
Baca dalam 60 detik
- Kartu grafis Radeon RX 9070 GRE yang sebelumnya eksklusif China akan dirilis secara global pada 1 Juli 2026 dengan harga US$549.
- GPU ini mengusung arsitektur Navi 48 dengan 48 unit komputasi dan memori GDDR6 12 GB, menargetkan segmen performa menengah-tinggi.
- Peluncuran ini berpotensi memicu persaingan harga di pasar GPU Indonesia, terutama bagi gamer dan kreator konten.

Setelah hampir setahun hanya beredar di pasar China, AMD akhirnya membuka pintu global untuk Radeon RX 9070 GRE. Kartu grafis yang sempat menjadi rebutan gamer di Tiongkok itu akan tersedia di berbagai negara mulai 1 Juli 2026, dengan banderol US$549 atau sekitar Rp8,9 juta. Langkah ini sekaligus menjawab spekulasi tentang kapan GPU kelas menengah atas tersebut bisa dinikmati di luar negeri.
Radeon RX 9070 GRE—kependekan dari Golden Rabbit Edition—dibekali GPU Navi 48 yang telah dipangkas dari versi penuhnya. Dengan 48 unit komputasi dan 12 GB GDDR6 pada bus 192-bit, kartu ini menawarkan bandwidth memori hingga 432 GB/s. Konsumsi dayanya tercatat 220 watt, menjadikannya pilihan yang relatif efisien untuk performa yang ditawarkan. Spesifikasi ini tidak berubah dari versi China, menandakan AMD tidak melakukan penyesuaian teknis untuk pasar global.
Yang menarik, tiga mitra papan atas AMD—ASUS, Sapphire, dan XFX—akan menjadi yang pertama merilis varian RX 9070 GRE saat peluncuran. Ini menunjukkan kesiapan rantai pasok global, meskipun ketersediaan di masing-masing negara bisa bervariasi tergantung distribusi regional. Bagi konsumen Indonesia, kehadiran merek-merek ini cukup familiar, sehingga kemungkinan besar kartu grafis ini akan masuk ke pasar Tanah Air dalam waktu dekat setelah rilis global.
Dari sisi persaingan, RX 9070 GRE diposisikan untuk melawan kartu grafis mid-range hingga high-end dari NVIDIA, seperti RTX 4070 atau kemungkinan penerusnya. Dengan harga US$549, AMD mencoba mengisi celah antara seri RX 9070 reguler dan varian XT yang lebih mahal. Namun, performa riilnya masih perlu diuji secara independen untuk memastikan apakah banderol tersebut sepadan, terutama di tengah tren harga GPU yang cenderung fluktuatif.
Bagi pasar Indonesia, peluncuran global ini membawa angin segar. Selama ini, gamer Tanah Air harus mengimpor RX 9070 GRE dari China dengan harga markup yang cukup tinggi. Dengan masuknya distribusi resmi, harga di toko ritel lokal diperkirakan lebih kompetitif, meskipun tetap akan terkena bea masuk dan pajak. Para kreator konten yang membutuhkan GPU dengan memori 12 GB juga bisa menjadikan opsi ini sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan kartu grafis kelas atas yang harganya bisa dua kali lipat.
Ke depannya, AMD perlu memastikan pasokan yang stabil agar momentum peluncuran tidak terganggu oleh kelangkaan seperti yang kerap terjadi pada produk-produk sebelumnya. Pertanyaan besarnya: apakah RX 9070 GRE akan menjadi pilihan utama gamer Indonesia di segmen harga Rp9 jutaan, atau justru kalah pamor dengan kartu grafis generasi sebelumnya yang sudah turun harga? Jawabannya akan mulai terlihat setelah Juli mendatang.



