ASUS ROG Ally X20 Meluncur di Computex 2026: Layar OLED Lebih Besar, Desain Transparan
Baca dalam 60 detik
- ASUS memperkenalkan ROG Ally X20, edisi ulang tahun ke-20, di ajang Computex 2026 dengan layar OLED 7,4 inci dan bodi transparan.
- Konsol genggam ini masih mengandalkan prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme yang sama dengan pendahulunya, namun spesifikasi lain seperti resolusi layar dan harga belum diumumkan.
- Kehadiran ROG Ally X20 menandai persaingan ketat di pasar konsol genggam gaming, yang berpotensi memengaruhi pilihan konsumen Indonesia yang mengincar perangkat portabel bertenaga.

ASUS akhirnya memperkenalkan konsol genggam terbarunya, ROG Ally X20, dalam gelaran Computex 2026 di Taipei. Perangkat edisi spesial ulang tahun ke-20 ini hadir dengan layar OLED 7,4 inci yang lebih besar dari pendahulunya serta desain cangkang transparan yang mencolok.
ROG Ally X20 masih mengusung prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme, sama seperti varian ROG Ally X yang dirilis sebelumnya. Keputusan ASUS untuk mempertahankan chip yang sama menunjukkan bahwa fokus utama pembaruan kali ini adalah pada aspek visual dan pengalaman pengguna, bukan peningkatan performa mentah. Layar OLED 7,4 inci menggantikan panel IPS 7 inci pada model lama, menjanjikan kontras lebih dalam dan warna yang lebih hidup—sebuah peningkatan signifikan bagi para gamer yang mengutamakan kualitas tampilan.
Dari segi desain, ASUS mengambil pendekatan retro-modern dengan bodi transparan yang memperlihatkan komponen internal, dipadukan dengan tombol berwarna emas. Langkah ini mengingatkan pada tren desain transparan yang populer di era konsol gim klasik, namun dibalut dengan estetika kontemporer. Sayangnya, ASUS belum mengungkap detail spesifikasi lain seperti resolusi layar, kapasitas RAM, atau opsi penyimpanan. Harga jual pun masih dirahasiakan.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran ROG Ally X20 menambah opsi di segmen konsol genggam gaming yang semakin ramai. Saat ini, kompetitor utama seperti Steam Deck dan Nintendo Switch sudah memiliki basis penggemar di Tanah Air. Dengan layar OLED yang lebih besar dan desain yang unik, ASUS berpotensi menarik perhatian gamer yang menginginkan perangkat portabel dengan performa tinggi untuk bermain game AAA. Namun, tanpa informasi harga, sulit memprediksi seberapa kompetitif perangkat ini di pasar Indonesia yang sensitif terhadap harga.
Menurut analis industri, langkah ASUS merilis edisi spesial ini bisa menjadi strategi untuk memperkuat loyalitas merek di tengah persaingan ketat. “Dengan mempertahankan prosesor yang sama, ASUS seolah ingin mengatakan bahwa performa ROG Ally sudah cukup mumpuni, dan kini mereka fokus pada penyempurnaan pengalaman visual dan estetika,” ujar seorang pengamat teknologi. Namun, keputusan untuk tidak mengungkap spesifikasi kunci seperti resolusi layar dan harga justru menimbulkan pertanyaan di kalangan konsumen.
Ke depannya, publik menanti apakah ASUS akan merilis varian reguler dengan peningkatan serupa, atau justru menjadikan X20 sebagai model terbatas. Pertanyaan besarnya: akankah harga yang ditawarkan sebanding dengan peningkatan layar dan desain, atau justru membuat konsumen Indonesia berpaling ke alternatif yang lebih terjangkau?



