Kebakaran Bengkel dan Warung di Tangerang Tewaskan Seorang Perempuan Muda
Baca dalam 60 detik
- Seorang perempuan berusia 19 tahun ditemukan tewas di kamar mandi saat kebakaran melanda bengkel dan warung di Cikupa, Tangerang.
- BPBD mengerahkan 12 personel dan dua unit mobil pemadam, api berhasil dipadamkan dalam 10 menit tanpa kendala berarti.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki polisi; jenazah korban dibawa ke RSUD Balaraja untuk autopsi.

Kebakaran yang melanda sebuah bengkel sepeda motor dan warung sembako di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/5) sore, merenggut nyawa seorang perempuan muda berusia sekitar 19 tahun. Korban ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi bangunan yang terbakar, menambah duka dalam musibah yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut.
Berdasarkan laporan dari warga yang melihat kepulan asap tebal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang segera mengerahkan 12 personel dan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Komandan Pleton Mako Curug BPBD Tangerang, Amirudin, mengatakan proses pemadaman berlangsung relatif cepat. "Kurang lebih 10 menit area yang terbakar sudah berhasil dipadamkan," ujarnya kepada awak media di lokasi kejadian.
Meski api berhasil dijinakkan dalam waktu singkat, petugas menemukan sesosok jasad perempuan di dalam bangunan yang hangus. Korban diketahui bersembunyi di kamar mandi saat api mulai membesar. "Pada saat ditemukan, korban berada di kamar mandi," kata Amirudin. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu berupaya membantu memadamkan api secara manual sembari menyelamatkan barang-barang berharga milik korban, seperti sepeda motor, kompresor, dan perabot rumah tangga. Namun, kobaran api yang cepat membesar membuat sebagian barang tidak tertolong. Dua bangunan—bengkel dan warung—ludes terbakar, menyebabkan kerugian material yang belum dapat ditaksir.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih menjadi teka-teki. Amirudin mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan asal mula api. "Untuk penyebabnya masih belum dapat diketahui karena masih dalam proses penyelidikan," jelasnya. Aparat kepolisian dari Polsek Cikupa telah memasang garis polisi dan mulai memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Barang bukti yang diduga terkait dengan sumber api juga dikumpulkan untuk dianalisis lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di permukiman padat, terutama di area yang mencampurkan fungsi hunian dan usaha. Pertanyaan yang masih mengemuka: apakah insiden ini murni akibat korsleting listrik, kelalaian, atau faktor lain? Publik menanti hasil investigasi kepolisian dan BPBD untuk mengungkap tabir di balik tragedi yang merenggut nyawa seorang anak muda tersebut.



