Prestasi Bersejarah: Filip Nowacki Sabet Perak, Medali Pertama Jersey dalam 36 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Perenang 18 tahun Filip Nowacki mempersembahkan medali Commonwealth Games pertama untuk Jersey sejak 1990 melalui nomor 100 meter gaya dada.
- Ia menempati posisi kedua di bawah Sam Williamson (Australia) dan mengalahkan legenda renang Adam Peaty yang finis ketiga.
- Nowacki masih berpeluang menambah medali di nomor 50 m dan 200 m gaya dada, berpotensi menjadi atlet Jersey paling sukses di ajang ini.

Filip Nowacki sukses memecahkan kutukan 36 tahun tanpa medali bagi Jersey di Commonwealth Games. Perenang remaja berusia 18 tahun itu merebut perak pada nomor 100 meter gaya dada, mengalahkan legenda dunia Adam Peaty yang harus puas di peringkat ketiga.
Dalam final yang digelar di Glasgow, Nowacki mencatat waktu 59,23 detik, hanya terpaut 0,17 detik dari sang juara asal Australia, Sam Williamson. Peaty, pemegang rekor dunia, tertinggal 0,31 detik di belakangnya. Padahal sejak start, Nowacki hanya berada di posisi keempat saat renang 50 meter pertama. Namun ia menunjukkan akselerasi luar biasa di paruh kedua untuk melewati Peaty dan pemimpin awal asal Afrika Selatan, Michael Houlie.
โSaya sangat puas dengan penampilan ini. Meski sedikit di luar catatan waktu terbaik pribadi, berlomba bersama Adam, perenang Australia, dan yang terbaik di dunia di level senior adalah suatu kehormatan,โ ujar Nowacki kepada BBC Jersey.
Kemenangan ini menempatkan Nowacki sebagai atlet kelima dalam sejarah yang meraih medali atas nama Jersey. Terakhir kali pulau kecil berpenduduk sekitar 100.000 jiwa itu mendengar lagu kebangsaan mereka di podium adalah saat Colin Mallett merebut emas nomor fullbore shooting pada 1990. Sebelumnya, satu-satunya medali emas diraih di cabang tinju pada 1962 lewat Albert Turmel.
Nathan Jegou, pelatih masa kecil Nowacki yang kini menangani tim renang Jersey di Glasgow, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. โIni baru awal dari perjalanannya. Dua tahun terakhir luar biasa baginya. Kami bangga dia adalah bagian dari kami. Pulau kecil seperti kami bisa meraih perakโitu berarti segalanya,โ katanya. Jegou berharap Nowacki bisa mengulang sukses di nomor lain.
Bagi Indonesia, meski tidak berpartisipasi dalam Commonwealth Games karena bukan anggota Persemakmuran, kisah Nowacki menjadi pengingat bahwa prestasi internasional bisa lahir dari daerah dengan sumber daya terbatas. Di Tanah Air, cabang renang kerap bergantung pada pembinaan usia dini dan program pelatihan terpusat. Perjuangan Nowacki yang menempuh pendidikan di Millfield School dan berlatih di Loughborough untuk persiapan Olimpiade 2028 bisa menjadi inspirasi bagi perenang muda Indonesia untuk menembus level elite dunia.
Kini perhatian tertuju pada dua nomor tersisa: 50 meter gaya dada yang akan mempertemukan kembali Nowacki dengan Peaty pada Minggu, serta 200 meter gaya dadaโnomor di mana ia menjadi juara nasional Inggris dan favorit utama. Dengan dua peluang medali, bukan mustahil pemuda kelahiran Jersey itu melampaui rekor Colin Mallett sebagai atlet pulau dengan koleksi medali terbanyak. Pertanyaannya, mampukah ia mengubah perak menjadi emas?



