Rita Ora Bekukan Sel Telur di Usia 24, Suami Berterima Kasih: Berencana Tambah Momongan
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Rita Ora menyimpan sel telurnya pada usia 24 dan 27 tahun, langkah yang disyukuri suaminya Taika Waititi saat mereka berencana memiliki anak bersama.
- Kisah cinta mereka dimulai dari pertemanan tiga tahun sebelum berpacaran, dengan Rita yang nekat melamar Taika pada 2022 menggunakan balon dan kue.
- Inspirasi dari mantan PM Selandia Baru Jacinda Ardern mendorong Rita untuk tidak menunda kehamilan meski padatnya jadwal karier.

Rita Ora memastikan peluangnya menjadi ibu dengan membekukan sel telur di usia pertengahan 20-an, sebuah keputusan yang kini disyukuri oleh suaminya, sutradara Taika Waititi. Pelantun "Hot Right Now" itu menjalani prosedur preservasi fertilitas saat berusia 24 dan 27 tahun, jauh sebelum keduanya menjalin hubungan. Langkah ini dinilai bijak oleh Waititi yang dikutip mengatakan, "Kerja bagus untuk perencanaan awal, gadis."
Pasangan yang menikah pada 2022 ini kini tengah mempertimbangkan untuk memiliki anak. Waititi, 50 tahun, sudah memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya dengan Chelsea Winstanley: Te Kainga o te Hinekahu (14) dan Matewa Kiritapu (10). Rita, 35 tahun, yang akrab dengan anak-anak tirinya, mengaku sempat mengkhawatirkan kesibukan karier sebagai penghalang. "Dulu kupikir dengan karier kami berdua, itu mustahil," ujarnya kepada The Times.
Rita menemukan inspirasi dari mantan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern yang membawa bayinya ke mana-mana, bahkan menyusui di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa. "Itu bukti bahwa seorang wanita yang mencintai pekerjaannya bisa mencapai apa pun," kata Rita. Ia dan Waititi pertama kali bertemu di acara barbeku pada 2018, namun baru menjalin hubungan asmara tiga tahun kemudian. Rita menyebut bahwa berciuman dengan sahabat adalah momen besar karena mempertaruhkan persahabatan yang sudah kokoh, persis seperti film When Harry Met Sally.
Keputusan Rita untuk melamar Waititi pada 2022 juga berani. Ia mengisi kamar hotel dengan balon, memesan kue, dan berlutut saat sang sutradara masuk. "Apakah aku siap mendengar 'tidak'? Jelas itu bukan hasil yang kuharapkan, tapi dalam hidup dan cinta, kadang kau harus mengambil risiko," ujarnya. Motto Rita: jika masih punya rencana cadangan, berarti tidak fokus pada rencana utama.
Praktik pembekuan sel telur kian mendapat perhatian di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran akan preservasi kesuburan, terutama di kalangan wanita karier yang menunda pernikahan. Meskipun belum seramai di negara Barat, beberapa klinik fertilitas di Jakarta dan Surabaya mulai menawarkan layanan serupa. Kisah Rita bisa menjadi cermin bagi banyak perempuan Indonesia yang dihadapkan pada dilema antara karier dan keluarga, serta pentingnya perencanaan reproduksi sejak dini.
Ke depan, pasangan ini belum mengumumkan jadwal pasti untuk menambah anggota keluarga. Namun, dengan dukungan anak-anak tirinya dan pengalaman menjadi orangtua yang sudah dimiliki Waititi, Rita optimis. "Aku sudah lama berpikir tidak akan pernah menemukan seseorang untuk dinikahi. Pertanyaanku: siapa yang bisa mengimbangi kecepatanku? Aku menemukannya," tutupnya. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah mereka segera menyambut anggota baru di tengah padatnya jadwal syuting dan tur konser?



