Pemulihan Istana Shuri: Simbol Kebanggaan Okinawa Kembali Berdiri
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Jepang menggelar upacara pada November mendatang untuk meresmikan selesainya restorasi aula utama Istana Shuri di Okinawa.
- Kebakaran hebat pada 2019 menghancurkan sebagian besar kompleks istana, yang merupakan pusat politik dan budaya Kerajaan Ryukyu.
- Restorasi yang dimulai 2022 ini menjadi simbol ketahanan budaya dan pariwisata Okinawa, serta menarik perhatian wisatawan global termasuk dari Indonesia.

Pemerintah Jepang mengumumkan akan menggelar upacara pada 22 November 2026 untuk menandai rampungnya restorasi aula utama Istana Shuri di Okinawa, setelah kebakaran dahsyat melalap kompleks bersejarah itu pada 2019. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers di Tokyo, Selasa (2/6).
Kihara menegaskan bahwa Istana Shuri bukan hanya kebanggaan warga Okinawa, melainkan seluruh rakyat Jepang. "Istana ini adalah struktur yang sangat penting, sumber kebanggaan nasional," ujarnya. Upacara akan digelar di kawasan Taman Istana Shuri, tempat yang sama di mana kebakaran terjadi pada dini hari akhir Oktober 2019. Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan oleh otoritas setempat.
Restorasi aula utama—yang dikenal sebagai Seiden—dimulai pada 2022 setelah pemerintah Jepang membentuk tim khusus menteri kabinet untuk bekerja sama dengan pemerintah prefektur Okinawa. Proyek ini diperkirakan selesai pada musim gugur 2026, tepat sebelum upacara peresmian. Kebakaran 2019 bukanlah pertama kali Istana Shuri hancur; kompleks ini telah terbakar lima kali sepanjang sejarahnya.
Bagi Indonesia, pemulihan Istana Shuri memiliki relevansi tersendiri. Okinawa dan Indonesia sama-sama memiliki warisan budaya kerajaan yang rentan terhadap bencana. Kasus kebakaran Istana Shuri mengingatkan pada peristiwa serupa di Indonesia, seperti kebakaran Museum Nasional pada 2023. Upaya restorasi yang sistematis dan melibatkan pemerintah pusat bisa menjadi contoh bagi Indonesia dalam merawat cagar budaya.
Kihara, yang saat konferensi pers mengenakan kemeja tradisional Okinawa lengan pendek (kariyushi) sebagai bagian dari inisiatif "Cool Biz" pemerintah, menekankan komitmen pemerintah untuk terus bekerja sama dalam restorasi. "Kami akan terus bersatu memajukan upaya pemulihan ini," katanya. Istana Shuri, yang pernah menjadi simbol kemakmuran Kerajaan Ryukyu, kini kembali menjadi ikon kebangkitan budaya Okinawa.
Ke depan, selesainya restorasi Istana Shuri diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Okinawa, termasuk dari Indonesia yang memiliki hubungan sejarah dan budaya dengan kawasan Asia Timur. Pertanyaannya, apakah Indonesia dapat belajar dari ketangguhan Jepang dalam memulihkan warisan budayanya pascabencana?



