Emilia Clarke: Saya Merasa Curang terhadap Kematian Usai Dua Aneurisma Otak
Baca dalam 60 detik
- Aktris Emilia Clarke mengaku sempat dihantui perasaan bersalah setelah selamat dari dua aneurisma otak pada 2011 dan 2013.
- Ia mengira pengalaman itu menghancurkan kemampuannya berakting, meski justru membuatnya lebih menghargai hidup.
- Clarke juga menyoroti peran vital tenaga medis NHS yang menyelamatkan nyawanya, menginspirasi apresiasi terhadap layanan kesehatan publik.

Emilia Clarke, aktris yang memerankan Daenerys Targaryen dalam serial fenomenal Game of Thrones, mengaku sempat merasa telah "menipu kematian" setelah selamat dari dua aneurisma otak yang dialaminya pada 2011 dan 2013. Dalam wawancara terbaru dengan Variety, perempuan 39 tahun itu mengungkapkan bahwa pengalaman nyaris meninggal tersebut meninggalkan trauma psikologis yang membayangi dirinya selama bertahun-tahun.
"Selama beberapa tahun, saya merasa telah menipu kematian, dan kematian itu akan datang menjemput saya. Saya benar-benar merasa telah melakukan sesuatu yang salah, dan saya seharusnya tidak berada di sini," ujar Clarke. Ia juga mengaku sempat khawatir aneurisma itu menghancurkan kemampuannya berakting—kekhawatiran yang ia sampaikan dengan nada bercanda: "dan beberapa orang mungkin setuju!"
Clarke mengalami aneurisma pertamanya saat syuting musim pertama Game of Thrones pada 2011, dan yang kedua pada 2013. Meski serial itu melambungkan namanya ke puncak ketenaran global, ia membantah rumor gaji fantastis yang beredar, seperti USD 300.000 per episode. "Kami tidak mendapat sebanyak itu. Bayangkan? Saya pasti sudah mengendarai beberapa Porsche!" katanya.
Di balik gemerlap Hollywood, Clarke juga bergulat dengan tekanan ketenaran. Ia menyadari bahwa popularitas hanyalah rumus sederhana: semakin jarang tampil di layar kaca, semakin pudar ketenaran. "Saya menghabiskan banyak waktu untuk mencoba memahaminya. Lalu Anda sadar itu hanya rumus: semakin sedikit Anda di TV, semakin tidak terkenal Anda. Ia datang dan pergi," tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Clarke menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada tenaga medis National Health Service (NHS) Inggris yang menyelamatkan nyawanya. Dalam surat terbuka untuk memperingati 72 tahun NHS, ia mengenang perawat yang menyarankan pemindaian otak setelah dokter lain kesulitan mendiagnosis. "Perawat yang menyarankan—setelah semua orang di UGD berjuang mencari jawaban saat saya pertama kali masuk—bahwa mungkin, mungkin saja saya harus menjalani pemindaian otak. Dia menyelamatkan hidup saya," tulis Clarke.
Kisah Clarke menyoroti pentingnya deteksi dini dan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas. Di Indonesia, kesadaran akan aneurisma otak masih rendah, sementara sistem kesehatan publik terus berbenah. Pengalaman sang aktris bisa menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap hiburan, ada perjuangan hidup yang nyata—dan peran vital tenaga medis yang kerap tak terlihat.
Ke depan, Clarke berharap dapat terus berkarya tanpa dibayangi ketakutan masa lalu. Pertanyaannya, akankah pengalaman ini mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan karier? Atau justru menjadi bahan bakar untuk peran-peran yang lebih dalam?



