Xabi Alonso 'Kembalikan' Nyali Cole Palmer: Gelandang Chelsea Diselimuti Optimisme Pramusim
Baca dalam 60 detik
- Cole Palmer mengalami musim yang sulit karena cedera dan ketidakcocokan taktik di bawah Enzo Maresca, membuatnya tersingkir dari skuad Inggris.
- Kedatangan Xabi Alonso sebagai pelatih baru langsung mengubah atmosfer di Cobham, dengan Palmer menunjukkan kebangkitan signifikan di pramusim.
- Meski optimisme menggelora, Palmer harus membuktikan konsistensinya saat musim kompetitif dimulai untuk merebut kembali tempat di timnas.

Cole Palmer, yang sempat kehilangan tempat di skuad Inggris setelah musim penuh cedera dan ketidakpuasan taktik, menunjukkan kebangkitan dramatis di masa pramusim Chelsea setelah serangkaian percakapan pribadi dengan pelatih anyar, Xabi Alonso. Laporan dari jurnalis Simon Phillips mengungkapkan bahwa pemain berusia 24 tahun itu telah berubah secara fundamental dalam beberapa pekan terakhir.
Musim lalu menjadi mimpi buruk bagi Palmer. Setelah tampil gilang-gemilang pada dua musim pertamanya di Stamford Bridge, ia harus berjuang melawan cedera otot dan pangkal paha yang mengganggu ritme permainannya. Palmer sendiri mengakui bahwa ia tidak pernah merasa benar-benar bugar sepanjang kampanye. Lebih dari itu, sumber internal menyebutkan bahwa Palmer dan beberapa pemain bintang lainnya merasa terkekang oleh tuntutan taktik yang diterapkan mantan pelatih Enzo Maresca. Rasa rindu rumah dan masalah pribadi juga ikut memberatkan performanya di lapangan.
Namun, kedatangan Xabi Alonso mengubah segalanya. Dalam waktu singkat, pelatih asal Spanyol itu berhasil membangun otoritas di ruang ganti berkat reputasi sebagai pemain top dan kesuksesannya sebagai pelatih. Phillips melaporkan bahwa suasana di Cobham kini menjadi yang terbaik sejak era Thomas Tuchel. Seorang sumber di pusat latihan menggambarkan Palmer sebagai "manusia baru" selama pramusim. Ia kembali dengan rasa lapar, termotivasi, dan bersemangat untuk membuktikan diri kepada pelatih barunya. Percakapan pribadi antara Alonso dan Palmer meyakinkan pemain tersebut tentang peran sentralnya dalam rencana jangka panjang Chelsea.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kebangkitan Palmer menjadi tontonan menarik. Liga Inggris selalu memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan performa pemain seperti Palmer kerap menjadi sorotan. Jika Alonso mampu memulihkan kepercayaan diri Palmer, Chelsea akan memiliki ancaman serius di lini depan. Namun, sejarah menunjukkan bahwa optimisme pramusim tidak selalu terbukti di musim yang sesungguhnya. Palmer harus mampu menerjemahkan energi positif ini ke dalam pertandingan kompetitif.
Pertanyaan besarnya: akankah Palmer kembali konsisten seperti dua musim lalu? Ataukah penampilan gemilang di pramusim hanya kilas balik sesaat? Yang jelas, dengan Alonso di kursi pelatih, Chelsea memiliki alasan untuk berharap. Musim depan akan menjadi ujian sejati bagi Palmer dan proyek kebangkitan The Blues.



