Debra Messing Mengungkap Rencana Pindah ke Israel: 'Saya Merasa Paling Aman di Sana'
Baca dalam 60 detik
- Aktris Will & Grace, Debra Messing, mengaku tengah memproses kewarganegaraan ganda Israel setelah merasa tidak aman di AS akibat meningkatnya anti-Semitisme.
- Ia mengaku mengalami depresi berat dan menjalani terapi setelah mendapat serangan daring serta merasa dikhianati oleh rekan-rekan Hollywood pasca-7 Oktober 2023.
- Langkah Messing mencerminkan tren diaspora Yahudi yang mencari perlindungan di Israel, dengan implikasi pada industri hiburan global dan solidaritas komunitas.

Bintang serial Will & Grace, Debra Messing, mengungkapkan bahwa ia tengah mempertimbangkan untuk pindah ke Israel dan mengajukan kewarganegaraan ganda. Keputusan ini diambil setelah ia merasa Amerika Serikat, khususnya New York, tidak lagi menjadi tempat yang aman baginya sebagai seorang Yahudi yang vokal melawan anti-Semitisme.
Dalam wawancara dengan Sky News di sela acara Jewish Communal Appeal (JCA) di Sydney, Messing yang berusia 57 tahun menceritakan perjuangannya melawan depresi dan kecemasan akibat serangan daring yang diterimanya. βIni adalah hal tersulit yang pernah saya alami. Saya merasa sangat tertekan, marah, dan benar-benar membutuhkan bantuan terapis,β ujarnya. Ia mengaku bahwa sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, hidupnya terbagi menjadi dua fase: sebelum dan sesudah tragedi tersebut.
Messing mengaku kecewa dengan rekan-rekannya di Hollywood yang dianggapnya tidak memberikan dukungan setelah ia menyuarakan pendapatnya. βSaya merasa dikhianati dan ditinggalkan. Saya pikir komunitas Hollywood akan berdiri bersama saya, tetapi justru saya merasa sendirian. Banyak teman yang hilang,β katanya. Pengalaman ini memperkuat keputusannya untuk mencari tempat yang lebih aman, dan Israel menjadi pilihan utamanya.
Keputusan Messing untuk pindah ke Israel mencerminkan fenomena yang lebih luas di kalangan diaspora Yahudi, terutama di Amerika Serikat. Menurut data Anti-Defamation League, insiden anti-Semitisme di AS meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, mencapai rekor tertinggi pada 2023. Bagi publik Indonesia, berita ini mungkin tampak jauh, namun menyoroti bagaimana konflik global dapat memengaruhi individu dan memicu pergeseran demografis. Di Indonesia sendiri, isu anti-Semitisme dan solidaritas Palestina sering menjadi perdebatan hangat, sehingga pernyataan Messing bisa memantik diskusi tentang kebebasan berekspresi dan identitas.
Meskipun menghadapi tekanan, Messing tetap optimis. βYang memberi saya harapan adalah bahwa kami masih ada setelah 3.000 tahun. Kami membawa cahaya di tengah kegelapan, dan kami akan melewati ini bersama-sama,β katanya. Langkahnya menuju Israel bukan sekadar pelarian, melainkan pencarian akan rasa aman dan komunitas yang mendukung. Pertanyaannya, apakah langkah serupa akan diikuti oleh selebritas lain? Atau justru akan memicu polarisasi lebih lanjut di industri hiburan?



