Buru Gelandang Rp2 Triliun, Manchester United Tiru Strategi Rooney 2004
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dan Manchester City bersaing ketat untuk mendapatkan gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, yang banderolnya diperkirakan menembus £100 juta.
- Anderson, yang sempat dijual Newcastle United pada 2024, kini diproyeksikan menjadi starter Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 bersama Declan Rice.
- Setan Merah harus bergerak cepat karena City disebut sudah lebih maju dalam negosiasi, sementara Anderson dianggap memiliki potensi seperti Wayne Rooney.

Manchester United kembali mengaktifkan strategi perburuan bintang muda yang pernah membawa mereka merekrut Wayne Rooney dua dekade silam. Kini, targetnya adalah Elliot Anderson, gelandang serba bisa Nottingham Forest yang banderolnya diperkirakan menembus angka £100 juta atau setara lebih dari Rp2 triliun.
Persaingan memperebutkan pemain berusia 23 tahun itu dipastikan sengit. Manchester City disebut sebagai pemimpin perlombaan setelah negosiasi mereka dinilai sudah jauh berkembang. Namun, seperti diungkapkan jurnalis Peter Hall, pihak INEOS—pemilik baru Manchester United—belum menyerah dan berencana mengajukan tawaran serius dalam waktu dekat.
Anderson bukanlah nama yang tiba-tiba muncul. Ia sempat dijual Newcastle United pada musim panas 2024 dengan harga yang relatif murah, sebelum kemudian menjelma menjadi salah satu gelandang paling konsisten di Premier League. Musim ini, ia menempati peringkat keempat dalam jumlah tekel sukses di liga, menunjukkan keseimbangan antara kemampuan bertahan dan menyerang.
Perbandingan dengan Rooney bukan tanpa alasan. Mantan rekan setim Anderson di Bristol Rovers, Glenn Whelan, menyebut pemain kelahiran Newcastle itu memiliki gaya bermain "throwback" yang mengingatkan pada Paul Gascoigne. "Dia bisa mengambil alih permainan dengan cengkeraman kuat. Jika ditempatkan di tim papan atas, peningkatannya akan lebih terlihat lagi," ujar Whelan kepada BBC Sport.
Fleksibilitas menjadi nilai jual utama Anderson. Ia mampu beroperasi sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, hingga gelandang serang, bahkan pernah dimainkan sebagai winger saat dipinjamkan ke Bristol Rovers. Kemampuan passing jarak jauh dan keberanian dalam duel membuatnya dianggap sebagai tipe pemain modern yang langka.
Bagi Manchester United, merekrut Anderson bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan juga langkah strategis jangka panjang. Dengan usia yang masih 23 tahun, ia bisa menjadi fondasi lini tengah Setan Merah untuk satu dekade ke depan. Apalagi, kepergian Anthony Gordon ke Barcelona dan ketidakpastian masa depan Marcus Rashford membuat United perlu segera mengamankan talenta Inggris lainnya.
Namun, tantangan terbesar adalah waktu. Manchester City sudah bergerak lebih dulu, dan Anderson dikabarkan tertarik bergabung dengan juara bertahan Premier League tersebut. United harus bertindak cepat, terutama jika Anderson tampil gemilang di Piala Dunia 2026 yang bisa membuat harganya melambung lebih tinggi lagi.
Dua puluh dua tahun lalu, Rooney datang dari Everton sebagai remaja tak dikenal yang kemudian menjadi legenda. Kini, United berharap sejarah serupa terulang dengan Anderson. Pertanyaannya, mampukah INEOS memenangkan perlombaan ini, atau akankah City kembali menjadi destinasi utama bakat muda Inggris?



