Bursa Gelandang: Crystal Palace Siap Caplok Hayden Hackney, Nottingham Forest Terancam
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace masuk dalam persaingan ketat untuk merekrut gelandang Middlesbrough, Hayden Hackney, yang dibanderol £25 juta.
- Hackney, yang dijuluki pemain top oleh manajernya, menjadi rebutan karena kontraknya tersisa setahun dan performa impresif di Championship.
- Jika berhasil, Palace akan mendapatkan pemain serbabisa yang mampu mencetak gol dan merebut bola di sepertiga akhir lapangan.
Crystal Palace kini menjadi kandidat serius untuk mendatangkan Hayden Hackney, gelandang Middlesbrough yang disebut sebagai 'pemain top' oleh manajernya. Langkah ini mengancam rencana Nottingham Forest yang sebelumnya dianggap sebagai tujuan utama sang pemain.
Menurut laporan David Ornstein di The Athletic, Palace bergerak cepat setelah Middlesbrough menetapkan banderol sekitar £25 juta untuk kapten mereka yang berusia 23 tahun. Hackney diyakini akan hengkang musim panas ini setelah Middlesbrough gagal promosi ke Premier League, kalah 1-0 dari Hull City di final play-off Championship. Kontraknya yang tersisa satu tahun membuat klub Championship itu terpaksa melepasnya agar tidak kehilangan secara gratis.
Palace sebenarnya sudah memiliki opsi lain di lini tengah, seperti Marc Casado dari Barcelona yang ditawar £22 juta. Namun, ketertarikan pada Hackney menunjukkan ambisi klub London tersebut untuk memperkuat skuad di bawah asuhan Oliver Glasner. Apalagi, masa depan Daichi Kamada yang kontraknya habis musim panas ini belum jelas, sehingga kebutuhan akan gelandang anyar semakin mendesak.
Hackney bukan tanpa pesaing. Tottenham Hotspur dan Everton juga dikabarkan memantau perkembangannya. Namun, sumber menyebut bahwa preferensi awal Hackney adalah bergabung dengan David Moyes di Everton. Meski begitu, Palace disebut siap melakukan 'hijack' atau membajak transfer tersebut, seperti yang biasa terjadi di bursa transfer Inggris.
Manajer Middlesbrough, Kim Hellberg, tak bisa menyembunyikan kekesalannya jika harus kehilangan Hackney. "Dia pemain dan pribadi yang top. Dalam setiap aspek permainan, dia bagus, baik bertahan maupun menyerang. Saya sangat menyukainya, dan jika saya yang memutuskan, dia tidak akan dijual. Tapi itu bukan wewenang saya," ujar Hellberg pada Januari lalu. Statistik membuktikan pernyataan tersebut: Hackney tidak hanya produktif dalam mencetak gol dan assist, tetapi juga unggul dalam merebut bola di area berbahaya, menjadikannya gelandang box-to-box yang ideal.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berlomba merekrut talenta muda dari divisi bawah. Hackney, yang belum pernah memperkuat timnas senior Inggris, bisa menjadi contoh pemain yang berkembang di Championship lalu menembus level tertinggi. Jika Palace berhasil, ia akan bergabung dengan rekan senegaranya seperti Eberechi Eze dan Marc Guéhi di Selhurst Park.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Palace mengalahkan Everton dan Tottenham dalam perburuan ini? Atau akankah Nottingham Forest, yang semula diunggulkan, kembali mencuri gerakan? Keputusan akhir ada di tangan Hackney, yang harus memilih antara bermain di klub yang sudah mapan atau bergabung dengan proyek ambisius Glasner di Palace.



