Rudi Garcia Peringatkan Publik: Belgia Bukan Lagi Unggulan di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menegaskan target utama timnya adalah lolos dari fase grup, bukan langsung menjadi juara.
- Meski diunggulkan di Grup G, Garcia mengingatkan bahwa Belgia kini berstatus underdog setelah gagal di dua edisi sebelumnya.
- Generasi emas Belgia telah berlalu, namun kombinasi pemain senior dan muda diyakini mampu bersaing dengan tim mana pun.
Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, berusaha meredam ekspektasi tinggi publik menjelang Piala Dunia 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, ia menegaskan bahwa prioritas utama timnya bukanlah menjadi juara, melainkan melewati babak penyisihan grup terlebih dahulu. โKita perlu membedakan antara tujuan dan ambisi. Prioritas kami adalah lolos dari grup. Mari kita jadi juara grup agar mendapat undian yang lebih baik dan idealnya tetap di Seattle untuk babak 32 besar,โ ujar Garcia.
Belgia tergabung di Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Secara statistik, Belgia adalah tim paling berpengalaman dengan 14 partisipasi Piala Dunia, sementara tiga lawannya hanya memiliki total 11 penampilan. Bahkan, Mesir dan Selandia Baru belum pernah meraih kemenangan di turnamen ini. Namun, Garcia menolak meremehkan lawan. โKami sangat menghormati ketiga tim di grup ini. Ini esensi Piala Dunia. Saya kenal Mo Salah karena pernah melatihnya di Roma,โ katanya.
Perjalanan Belgia di Piala Dunia memang penuh pasang surut. Mereka mencapai semifinal pada 2018 dan finis ketiga, namun gagal di fase grup pada 2022. Kini, banyak pilar generasi emas seperti Eden Hazard, Toby Alderweireld, dan Jan Vertonghen telah pensiun. Meski begitu, Belgia masih memiliki Kevin De Bruyne sebagai pengatur serangan, Thibaut Courtois yang kembali menjadi penjaga gawang utama, serta Romelu Lukaku di lini depan. Pemain muda seperti Jeremy Doku, Leandro Trossard, dan Diego Moreira juga siap mengambil peran.
Garcia sadar bahwa Belgia tidak lagi dianggap sebagai kandidat kuat seperti saat era golden generation. Peringkat FIFA Belgia saat ini adalah kesembilan, turun drastis dari puncak yang mereka tempati selama enam tahun. โSelama enam tahun atau lebih, Belgia memuncaki peringkat FIFA. Tim yang dijuluki generasi emas dianggap favorit di 2018 dan 2022, tapi gagal. Kini situasinya berbeda. Kami akan menjadi underdog, dan saya lebih suka itu,โ ungkap Garcia.
Meski demikian, pelatih berusia 62 tahun itu menegaskan bahwa timnya tidak boleh takut pada siapa pun. โSaya sudah bilang ke pemain: kita harus percaya bisa bersaing dengan tim mana pun,โ tegasnya. Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda, Belgia tetap layak diperhitungkan, asalkan bisa menjaga konsistensi dan menghindari kejutan di fase grup.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 menarik untuk diikuti, terutama karena Grup G menyajikan pertemuan tim-tim dari berbagai konfederasi. Mesir dengan Mohamed Salah, Iran yang kerap tampil disiplin, dan Selandia Baru yang mungkin dianggap lemah, bisa menjadi batu sandungan. Akankah Belgia mampu membuktikan diri sebagai tim besar yang bangkit dari keterpurukan?
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435468/original/017655300_1765069491-nafuzi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4879404/original/080684500_1719759318-20240630AA_Official_Training_Timnas_Indoneisa_Jelang_Semifinal_AFF_U16-02.JPG)
