James Milner Gantung Sepatu: Akhir Karier 24 Tahun Sang Pemegang Rekor Liga Inggris
Baca dalam 60 detik
- James Milner memutuskan pensiun setelah 24 musim berlaga di Premier League, menorehkan rekor 658 penampilan.
- Sepanjang kariernya, ia mengoleksi tiga gelar juara liga, satu trofi Liga Champions, dan 61 caps bersama Timnas Inggris.
- Kepergian Milner meninggalkan warisan profesionalisme tinggi yang langka di era sepak bola modern.

James Milner, gelandang serba bisa yang memegang rekor penampilan terbanyak di Premier League, resmi mengumumkan pensiun setelah mengarungi karier profesional selama 24 tahun. Pemain berusia 40 tahun itu memutuskan gantung sepatu setelah kontraknya bersama Brighton & Hove Albion tidak diperpanjang pada akhir musim 2025/26.
Milner memulai debutnya di Leeds United pada November 2002 saat masih berusia 16 tahun, menjadikannya pemain termuda kedua yang tampil di Premier League kala itu. Sebulan kemudian, ia mencetak gol dan memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda, sebuah rekor yang kini bertahan di posisi ketiga. Kariernya kemudian berlanjut ke Newcastle United, Aston Villa, Manchester City, Liverpool, dan akhirnya Brighton. Bersama City dan Liverpool, ia memenangi tiga gelar Premier League serta satu trofi Liga Champions pada 2019.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Milner mengaku bersyukur bisa menjalani perjalanan yang tak terduga. "Dari debut untuk Leeds, klub yang saya dukung sejak kecil, hingga menjadi pencetak gol termuda Premier League, saya tak pernah membayangkan akan melalui semua ini. Kembali bermain di usia 40 tahun dan membantu Brighton lolos ke Eropa untuk kedua kalinya adalah sesuatu yang luar biasa," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kenangan terindah bukanlah trofi, melainkan orang-orang dan persahabatan yang terjalin selama berkarier.
Milner juga sempat menjadi andalan Timnas Inggris sejak debutnya pada 2009 saat masih berseragam Aston Villa. Ia mengoleksi 61 caps dan tampil di dua Piala Dunia serta dua Piala Eropa. Meski tak pernah menjadi bintang utama, konsistensi dan etos kerjanya membuatnya dihormati oleh rekan setim maupun lawan. Mantan rekan setimnya di Manchester City, Micah Richards, bahkan pernah mengatakan bahwa sejak awal sudah terlihat Milner akan sukses.
Di Indonesia, kisah Milner bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda yang kerap tergoda dengan gemerlap karier instan. Dedikasi dan kemampuan beradaptasi di berbagai posisi—dari sayap, gelandang tengah, hingga bek sayap—menunjukkan bahwa umur panjang di sepak bola tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga disiplin dan kecerdasan taktik. Milner membuktikan bahwa pemain serba bisa masih memiliki tempat di era spesialisasi.
Penutup karier Milner menandai berakhirnya era pemain yang memulai debut di era Premier League awal 2000-an dan bertahan hingga pertengahan 2020-an. Pertanyaan besarnya kini: akankah ada lagi pemain dengan dedikasi dan umur panjang seperti Milner di tengah sepak bola yang semakin mengutamakan kecepatan dan kebugaran fisik?



