Naomi Osaka Akhirnya Tembus Babak Ketiga Prancis Terbuka Setelah Tujuh Tahun
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka mengalahkan Donna Vekic 7-6(1), 6-4 untuk lolos ke putaran ketiga Prancis Terbuka, pencapaian terbaiknya di Roland Garros sejak 2019.
- Kemenangan ini menandai kebangkitan Osaka pasca-melahirkan, dengan peningkatan fisik dan mental yang signifikan sejak kembali ke sirkuit.
- Osaka akan menghadapi petenis Amerika Serikat Iva Jovic di babak ketiga, dengan peluang untuk melampaui rekor terbaiknya di turnamen ini.

Naomi Osaka akhirnya memecahkan kutukan Roland Garros. Petenis Jepang berusia 27 tahun itu memastikan tempat di babak ketiga Prancis Terbuka untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun setelah menundukkan Donna Vekic asal Kroasia dengan skor 7-6(1), 6-4, Kamis (29/5) waktu setempat.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi mantan petenis nomor satu dunia yang sempat terpuruk setelah melahirkan putrinya pada Juli 2023. Osaka menunjukkan ketangguhan dengan bangkit dari ketertinggalan break dua kali di set pertama sebelum mendominasi tiebreak. Di set kedua, ia mematahkan servis lawan lewat forehand tajam ke sudut lapangan untuk unggul 5-4, lalu menutup pertandingan dengan servis yang solid.
Bagi penggemar tenis Indonesia, perjalanan Osaka di Paris patut dicermati. Meski tenis tidak sepopuler bulu tangkis di Tanah Air, prestasi Osaka menginspirasi atlet muda Indonesia yang berjuang di kancah internasional. Ia membuktikan bahwa cedera dan kehamilan bukan akhir dari karier, melainkan awal dari kebangkitan.
Osaka, yang pernah menjuarai AS Terbuka 2018 dan 2020 serta Australia Terbuka 2019 dan 2021, mengakui bahwa proses pemulihan pasca-persalinan tidak mudah. "Saya benar-benar fokus pada kebugaran fisik, tetapi itu juga sesuatu yang saya kembangkan sejak kembali dari kehamilan," ujarnya. "Saya sudah bilang ke semua orang bahwa ketika kembali, saya merasa tidak berada di dalam tubuh saya sendiri. Namun selama tiga tahun terakhir, saya semakin merasa menjadi diri saya sendiri."
Petenis kelahiran Jepang ini juga menyoroti adaptasinya terhadap lapangan tanah liat yang terkenal lambat. "Di tanah liat, Anda pasti mengharapkan reli lebih panjang. Saya suka pergerakan di lapangan ini, terutama untuk forehand saya. Bola saya terasa lebih berat di sini, sehingga mendorong lawan mundur—hal yang tidak selalu terjadi di lapangan keras," jelasnya. Ia pun bercanda berharap tidak bertemu lawan yang gemar melakukan drop shot, karena itu menjadi tren di turnamen tanah liat.
Di babak pertama, Osaka mengalahkan Laura Siegemund (Jerman) 6-3, 7-6(3). Kini ia bersiap menghadapi Iva Jovic, petenis muda Amerika yang tengah naik daun. Pertandingan ini akan menjadi ujian seberapa jauh Osaka bisa melangkah di turnamen yang selama ini menjadi momok baginya. Akankah ia akhirnya menembus babak keempat atau bahkan lebih? Publik tenis dunia, termasuk penggemar di Indonesia, menanti jawabannya.



